Pengusaha Madura Bantah Isu Pembatalan Bantuan untuk Griya Yatim, Ini Penjelasannya
Surabaya, Jatim
Visit Agenda – Pengusaha asal Madura, Ali Zainal Abidin, secara tegas membantah isu pembatalan bantuan sosial yang diberikan kepada Griya Yatim Sidoarjo dan Griya Lansia Malang. Dalam pernyataannya, Ali menyatakan bahwa bantuan yang telah dijanjikan tetap berjalan sesuai rencana, sebagaimana yang tercatat dalam Visit Agenda yang disusun oleh Bani Insan Peduli (BIP) sebagai mitra utama program sosial ini.
Latar Belakang Bantuan Sosial
Bantuan sosial ini menjadi bagian dari inisiatif Visit Agenda yang bertujuan memperkuat kesejahteraan masyarakat Madura dan sekitarnya. Griya Yatim dan Griya Lansia adalah lembaga yang berperan penting dalam memberikan layanan perawatan kepada anak yatim dan lansia, khususnya di daerah-daerah yang membutuhkan dukungan ekonomi. Ali Zainal Abidin, yang juga pengusaha lokal Madura, menjelaskan bahwa komitmen BIP untuk mendukung proyek pembangunan ini sudah diumumkan secara resmi dalam Visit Agenda yang diunggah ke platform media sosial.
Dalam video yang viral, Arif Camra, pengelola Griya Yatim Sidoarjo, menyebutkan adanya kekhawatiran bahwa bantuan dari BIP akan dibatalkan. Video tersebut menarik perhatian sekitar 61 ribu penonton dan 1.900 komentar, banyak dari mereka yang mempertanyakan kepastian pemberian bantuan. Ali Zainal Abidin mengatakan bahwa isu ini muncul karena masyarakat ingin lebih transparan mengenai kegiatan Visit Agenda dan keterlibatan organisasi BIP.
Kronologis Pemberian Bantuan
Pernyataan Ali disampaikan setelah konfirmasi terkini yang dilakukan di Kota Surabaya, Minggu sore (12/7). Ia menjelaskan bahwa bantuan sosial tersebut telah diberikan secara bertahap, dengan dana stimulan sebesar Rp250 juta yang langsung ditransfer ke Griya Yatim Sidoarjo. Dana ini menjadi bagian dari Visit Agenda yang direncanakan selama tiga tahap, mencakup kebutuhan infrastruktur dan layanan perawatan.
Ali menegaskan bahwa kesepakatan antara BIP dan kedua lembaga sosial tersebut dibuat bulan Mei 2026. Saat itu, tim BIP diberi proposal oleh Ketua Yayasan Griya Lansia dan Pengasuh Griya Yatim, Arief Camra. Proposal ini menyebutkan kebutuhan Griya Lansia Malang sebesar Rp400 juta dan Griya Yatim Sidoarjo sekitar Rp900 juta. Dengan total Rp1,3 miliar, Visit Agenda diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan bagi penerima manfaat.
βVisit Agenda diharapkan menjadi wadah yang memudahkan pihak berkepentingan untuk mengakses bantuan sosial secara sistematis,β kata Ali. Ia menambahkan bahwa tim BIP telah mengatur distribusi dana secara transparan, dengan masing-masing lembaga mendapatkan bagian sesuai kebutuhan yang tercatat dalam proposal.
Komunikasi antara Ali dan Arif Camra terjadi setelah video viral diunggah. Ali menjelaskan bahwa segera setelah transaksi awal, Arif Camra menghubungi tim BIP untuk mengkonfirmasi kepastian dana. Meski ada sedikit kebingungan, Ali menegaskan bahwa Visit Agenda terus berjalan sesuai jadwal, dengan pengawasan yang ketat untuk memastikan keberlanjutan program.
βSementara kami sedang dalam perjalanan mengirimkan bantuan dua truk logistik ke Malang, Arif Camra langsung meminta nomor rekening yayasan. Kami menjawab dengan cepat dan menjelaskan bahwa Visit Agenda tidak hanya berfokus pada pengiriman bantuan, tetapi juga koordinasi selama proses pemberian bantuan,β jelas Ali.
Ali Zainal Abidin menambahkan bahwa BIP tidak hanya memberikan dana, tetapi juga bantuan teknis dalam membangun fasilitas yang lebih baik. Pihaknya berharap Visit Agenda bisa menjadi contoh kolaborasi antara pengusaha dan lembaga sosial untuk menciptakan solusi berkelanjutan bagi masyarakat yang kurang mampu. Ia juga menyebutkan bahwa BIP siap memberikan bantuan tambahan jika diperlukan, sebagai bagian dari Visit Agenda yang berkelanjutan.
Dengan adanya kejelasan dari Ali, masyarakat kini lebih percaya bahwa program Visit Agenda tetap aktif dan memberikan manfaat nyata. Ia menegaskan bahwa Bani Insan Peduli akan terus memantau progres bantuan untuk memastikan keberlanjutan dan kepuasan penerima manfaat. Dukungan ini menjadi bukti komitmen pengusaha Madura dalam berkontribusi pada pengembangan sosial di wilayah Jatim.
