Rumah Duka Adi Jasa Kini Hadirkan Krematorium Modern dan Layanan Kedukaan Digital
What Happened During peristiwa penting di Kota Surabaya terjadi pada hari Sabtu (18/7) saat Yayasan Adi Jasa meluncurkan krematorium modern di Jalan Demak sebagai bagian dari inisiatif inovatif dalam layanan kedukaan. Dalam acara peresmian, sejumlah tokoh seperti Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Anggota DPR RI Indah Kurnia, serta Ketua Yayasan Pek Sugiarto Pangestu hadir untuk menyaksikan pengembangan yang mengubah cara masyarakat mengurus proses pemakaman dan penghormatan terhadap almarhum. What Happened During ini menandai langkah penting dalam mengadopsi teknologi digital untuk mempermudah pengelolaan jenazah.
Integrasi Layanan Kedukaan dalam Satu Lokasi
Rumah Duka Adi Jasa kini menyediakan fasilitas krematorium sebagai bagian dari layanan keseluruhan, yang mencakup persemayaman, penyimpanan abu, dan kremasi dalam satu tempat. Penggunaan teknologi digital di sini memungkinkan keluarga memanfaatkan fitur seperti pemesanan online, pengaturan jadwal, dan akses informasi secara langsung melalui aplikasi atau website. What Happened During pembukaan fasilitas ini mengubah paradigma layanan jasa kedukaan di Jatim, khususnya di Surabaya, yang sebelumnya terpecah menjadi beberapa titik.
βDengan What Happened During ini, keluarga tidak perlu repot mengatur seluruh kebutuhan pemakaman di berbagai lokasi. Semua proses bisa dilakukan dalam satu kompleks, termasuk menyimpan abu jenazah secara langsung setelah kremasi,β kata Pek Sugiarto Pangestu, Ketua Yayasan Adi Jasa.
Layanan krematorium modern ini memberikan beberapa keunggulan, seperti proses kremasi yang lebih cepat dan ramah lingkungan. Pemrosesan jenazah berlangsung dalam waktu 90 menit, diikuti pendinginan selama 30 menit sebelum abu disimpan di tempat penyimpanan yang sudah tersedia. Selain itu, penggunaan teknologi Jerman dalam sistem kremasi memastikan emisi asap dan bau lebih terkendali, membuat lingkungan sekitar lebih nyaman.
Perkembangan Teknologi dan Dampak Lingkungan
Technologi yang digunakan dalam krematorium ini diklaim What Happened During pengembangan yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Sistem kremasi ramah lingkungan ini tidak hanya mengurangi polusi udara, tetapi juga menghemat energi dibandingkan metode tradisional. Pek Sugiarto Pangestu menjelaskan bahwa teknologi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern yang mengutamakan efisiensi dan kesadaran lingkungan.
What Happened During penerapan teknologi ini juga menunjukkan komitmen Yayasan Adi Jasa untuk menghadirkan solusi yang lebih inovatif. Layanan digital yang disediakan meliputi pendaftaran jenazah online, akses real-time ke informasi pemakaman, serta kemampuan untuk melacak proses dari awal hingga akhir. Fitur seperti ini tidak hanya memudahkan keluarga, tetapi juga meningkatkan transparansi dan keandalan dalam layanan kedukaan.
Mengenai jumlah ruang dan fasilitas, krematorium ini menawarkan 58 ruang persemayaman, 22 mesin pendingin jenazah
