Lawan Tren Diabetes, Inovasi ‘GlucoStrip’ Karya Virty Kiraina Rowi dan Tim Raih Emas WICO 2026 di Seoul
Ajang Internasional yang Membawa Prestasi Gemilang
Historic Moment – Dalam sebuah historic moment yang menggembirakan, inovasi medis berbasis oral film bernama GlucoStrip berhasil meraih penghargaan Emas (Gold Award) pada ajang World Invention Creativity Olympic (WICO) 2026 di Seoul, Korea Selatan. Karya ini dibuat oleh tim pelajar SMA dari Indonesia yang dipimpin oleh Virty Kiraina Rowi, yang dikenal dengan nama akrabnya Kirei. Mereka berhasil mengalahkan peserta dari berbagai negara dalam kompetisi ilmiah internasional yang berlangsung pada 16 hingga 18 Juli 2026, menunjukkan semangat inovasi generasi muda dalam menghadapi tantangan kesehatan global.
Historic moment ini tidak hanya menjadi bukti keberhasilan kreativitas remaja Indonesia, tetapi juga menyoroti pentingnya solusi lokal dalam memecahkan masalah kesehatan yang semakin kompleks. WICO 2026, yang diselenggarakan oleh Korea Uiversity Invention Association (KUIA) dan didukung oleh parlemen Korea Selatan, menghadirkan panggung khusus untuk para inovator muda dari seluruh dunia. Virty Kiraina Rowi dan timnya membuktikan bahwa kontribusi dari generasi muda bisa menjadi pendorong signifikan dalam pengembangan teknologi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Latar Belakang dan Perjalanan Pengembangan
Proyek GlucoStrip lahir dari keprihatinan Virty Kiraina Rowi terhadap meningkatnya angka penderita diabetes di Indonesia. “Kami menyadari bahwa kebiasaan mengonsumsi gula secara berlebihan adalah penyebab utama masalah ini, dan kita perlu solusi yang lebih mudah diakses,” kata Kirei dalam wawancara. Sebagai anggota tim, ia memimpin pengembangan produk yang dirancang untuk membantu pengguna mengontrol asupan gula secara efektif dan nyaman.
“Kami ingin menghadirkan solusi yang murah, praktis, dan bisa digunakan sehari-hari untuk mencegah risiko diabetes,” tambah Kirei. Inovasi ini tidak hanya berfokus pada fungsionalitas, tetapi juga pada desain yang sederhana dan ramah pengguna.
Tim yang terdiri dari Virty Kiraina Rowi, Indira Aulia Ramadhani, Maylaffathiya Alya Mumtaz, Rumaisha Nagib, dan Shaffaira Zahra Adityazka menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam riset, eksperimen, dan pengujian produk. Mereka menggabungkan ilmu pengetahuan dan kreativitas untuk menciptakan alat yang bisa mengukur kadar gula darah dalam satu menit, tanpa perlu alat penunjang seperti meteran gula atau tusuk gigi. Historic moment ini menjadi bukti bahwa ide-ide inovatif bisa diwujudkan menjadi produk nyata yang berdampak luas.
Pengembangan Teknologi dan Fungsi Utama
GlucoStrip dirancang dengan konsep oral film yang mudah disimpan dan digunakan. Teknologi ini mengubah cara penggunaan test strip tradisional menjadi lebih praktis, karena cukup ditempel pada mulut atau sisi tubuh sebelum digunakan. Alat ini dapat memberikan hasil pengukuran gula darah dalam hitungan menit, memungkinkan pengguna mengambil keputusan sehat secara cepat.
Proses pengembangan produk ini melibatkan beberapa tahap, mulai dari survei kebiasaan konsumsi gula masyarakat hingga uji coba di berbagai lingkungan. Virty Kiraina Rowi menjelaskan bahwa mereka menggabungkan pendekatan teknologi tinggi dengan desain sederhana untuk memastikan produk ini mudah diproduksi dan diakses oleh berbagai kalangan. “Kami berharap GlucoStrip bisa menjadi bagian dari solusi kesehatan jangka panjang, terutama di daerah dengan akses terbatas ke fasilitas medis,” tambah Kirei.
Historic moment yang ditorehkan oleh tim ini juga menggambarkan pergeseran paradigma dalam pendekatan pendidikan STEM. Para pelajar tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam pengembangan solusi nyata yang bisa memberikan manfaat segera. WICO 2026 menjadi kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan kualitas inovasi yang mampu bersaing di tingkat global.
Pengaruh Global dan Harapan Masa Depan
Kemenangan di WICO 2026 bukan hanya prestasi lokal, tetapi juga menarik perhatian masyarakat internasional terhadap inovasi dari Indonesia. GlucoStrip diharapkan bisa menjadi model baru dalam pengelolaan kesehatan masyarakat, terutama bagi usia remaja dan dewasa yang berisiko tinggi terkena diabetes. Virty Kiraina Rowi dan timnya sedang berupaya mengembangkan prototipe lebih matang, dengan harapan produk ini bisa diproduksi massal dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam historic moment ini, keberhasilan mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. “Kami ingin menunjukkan bahwa anak muda Indonesia punya kemampuan untuk berkontribusi di tingkat internasional,” kata Indira Aulia Ramadhani, salah satu anggota tim. Dengan dukungan komunitas dan pihak terkait, produk ini bisa menjadi alat bantu penting dalam upaya pencegahan diabetes di berbagai negara.
Sebagai bagian dari historic moment ini, WICO 2026 menegaskan bahwa inovasi tidak harus berasal dari laboratorium besar, tetapi juga bisa muncul dari ruang kelas atau workshop kecil. Kekuatan kreativitas dan semangat belajar para pelajar Indonesia menunjukkan potensi besar dalam menghadapi tantangan kesehatan dan lingkungan di masa depan. Dengan GlucoStrip, mereka membawa harapan baru bagi dunia medis dan membuka peluang ekspor teknologi kesehatan ke pasar global.
