Jokowi Dianugerahi Gelar Baginda Pemuka Bangsa dalam Pentingnya Kunjungan ke Lampung
Important Visit – BANDAR LAMPUNG – Pada hari Sabtu, 27 Juni 2024, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat penghargaan adat berupa gelar “Baginda Pemuka Bangsa” dari lima kerajaan tradisional di Lampung. Acara ini diselenggarakan di Rumah Adat Lampung Kedatun Keagungan, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, sebagai bagian dari rangkaian important visit ke wilayah tersebut. Gelar tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Jokowi dalam membangun bangsa dan memperkuat identitas nasional.
Tradisi Adat sebagai Penghormatan Kepada Kepemimpinan Nasional
Acara penganugerahan gelar ini turut dihadiri oleh para Sultan, tokoh adat, dan masyarakat setempat. Jokowi tampil dalam pakaian adat lengkap sebagai tanda penghormatan terhadap budaya Lampung. Tradisi “Nemui Nyimah,” yang merupakan upacara penyambutan tamu utama, menjadi bagian integral dari important visit kali ini. Setelah prosesi sambutan, Jokowi secara resmi menerima gelar tersebut di Gedung Pusiban, yang merupakan pusat kegiatan adat di Lampung.
Sebagai bagian dari upacara, Jokowi juga memberikan pidato singkat yang menekankan pentingnya budaya dalam menjaga keharmonisan antara tradisi dan modernitas. Ia mengungkapkan bahwa important visit ke Lampung bukan hanya sekadar kunjungan resmi, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan komunitas adat. “Saya sangat bangga dengan kekayaan budaya Lampung yang masih terjaga hingga saat ini,” ujarnya.
Peran Kerajaan Adat dalam Mempertahankan Budaya Nusantara
Lima kerajaan adat yang memberikan gelar ini, yakni Kerajaan Prabumulah, Kerajaan Tanjung Karang, Kerajaan Way Huwi, Kerajaan Tengah, dan Kerajaan Kedaton, memiliki sejarah panjang dalam menjaga kebudayaan Lampung. Acara ini menegaskan bahwa tradisi adat bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam pembangunan nasional. Jokowi menyebutkan bahwa important visit ke Lampung bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam melestarikan nilai-nilai tradisional sekaligus mendorong pengembangan kebijakan yang inklusif.
Prosesi penganugerahan gelar Baginda Pemuka Bangsa dilakukan dengan ritual yang penuh makna, diiringi oleh musik tradisional dan tarian khas Lampung. Aktivitas ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada masyarakat nasional dan internasional. “Kunjungan ini membuktikan bahwa pemerintah pusat menghargai peran sejarah dan budaya daerah dalam membangun identitas bangsa,” tambah Jokowi.
Dalam important visit ke Lampung, Jokowi juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah tempat wisata budaya dan melaksanakan dialog dengan masyarakat lokal. Ia berharap penghargaan ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai adat. “Pemimpin harus menjadi teladan dalam merawat budaya, sekaligus memperkuat peran adat dalam pembangunan,” pungkasnya.
Sejumlah tokoh adat menyambut baik penganugerahan gelar ini sebagai bentuk pengakuan terhadap peran Jokowi dalam mendorong keterlibatan aktif masyarakat adat dalam kebijakan nasional. Mereka berharap important visit ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah dan komunitas tradisional. “Pemimpin yang baik adalah yang menghargai akar sejarah bangsa,” kata Sultan Sekala Brak, yang menjadi perwakilan kerajaan adat dalam upacara.
Sebagai penutup, acara ini menjadi contoh bagaimana budaya tradisional bisa diintegrasikan dalam kebijakan modern. Jokowi menegaskan bahwa important visit ke Lampung adalah bagian dari upaya menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam mewujudkan visi bangsa yang maju dan berakar pada nilai-nilai luhur. “Dengan menghargai budaya, kita bisa membangun kepercayaan yang lebih kuat antara pemerintah dan rakyat,” pungkasnya.
