IPW Serukan Penarikan Pasukan TNI dari Pengawasan Rumah Jampidsus
IPW Minta Panglima TNI Tarik Pasukan – JAKARTA – Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi tindakan penyelidikan yang dilakukan oleh Kortastipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya terkait dugaan korupsi. Dalam operasi tersebut, petugas penyidik melakukan penyisiran di beberapa lokasi, dua di antaranya adalah kafe deβCLAN Signature dan Koin Money Changer di wilayah Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (8/7).
Pernyataan Sugeng Teguh Santoso
“Penyidik berwenang mengambil tindakan penyisiran selama ada indikasi bahwa lokasi tersebut berkaitan langsung dengan kasus yang sedang diteliti,” ujar Sugeng Teguh Santoso, ketua IPW, dalam siaran persnya. Ia menegaskan bahwa semua langkah penyidik dianggap sebagai bagian dari proses hukum yang wajib dihormati.
Sugeng menyoroti adanya personel TNI yang berjaga di kediaman Febrie Adriansyah, Jampidsus. Ia menekankan bahwa kehadiran aparat TNI tidak boleh menghambat tugas penyidik apabila diperlukan untuk menjalankan investigasi. “IPW mendukung dukungan dari seluruh unsur aparat negara terhadap proses hukum sesuai ketentuan undang-undang,” tambahnya.
Keterkaitan Febrie Adriansyah
Febrie Adriansyah diduga terlibat dalam kasus korupsi karena sering mengunjungi kafe yang menjadi target penyisiran. Hasil penyisiran menemukan beberapa aset bernilai ratusan miliar rupiah.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News.
