News

ISS 2026 Jadi Ikhtiar Erick Thohir Genjot Olahraga Berimpak Ekonomi

ISS 2026 Jadi Ikhtiar Erick Thohir Genjot Olahraga Berimpak Ekonomi
Foto : Susan Brown - beritanaya.com

Indonesia Sport Summit 2026 Dorong Olahraga Menjadi Penggerak Ekonomi

Beritanaya.com – Antusiasme besar terhadap Indonesia Sport Summit (ISS) 2026 memperlihatkan bahwa olahraga semakin dipandang sebagai sektor strategis yang memiliki nilai lebih luas dari sekadar pencapaian di arena pertandingan. Kementerian Pemuda dan Olahraga kembali menggelar forum tersebut sebagai ruang pertemuan bagi beragam pihak yang berkecimpung dalam ekosistem olahraga nasional.

Menpora Erick Thohir membuka ISS 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (11/9), sebagai pembicara kunci. Acara tahunan yang mulai digelar pada 2025 ini mengangkat tema Beyond The Game 2.0: From Nation Building to Global Industry, dengan perhatian pada hubungan antara pembangunan bangsa, prestasi, industri, dan peluang ekonomi olahraga.

“Alhamdulillah ramai,”

Ucapan Erick saat membuka acara itu merujuk pada tingginya minat peserta. Pada penyelenggaraan ISS 2025, jumlah peserta mencapai 17 ribu orang. Sementara itu, pendaftaran ISS 2026 tercatat menembus 74 ribu peserta yang berasal dari berbagai unsur pemangku kepentingan olahraga.

Lonjakan angka tersebut menjadi gambaran meningkatnya perhatian terhadap masa depan industri olahraga di Indonesia. Ruang olahraga tidak hanya berkaitan dengan atlet, pelatih, dan organisasi pertandingan, tetapi juga menyentuh promotor acara, pelaku usaha, pengelola venue, mitra komersial, sektor pariwisata, komunitas, hingga masyarakat sebagai penonton dan pendukung.

Prestasi dan Dampak Ekonomi Perlu Berjalan Bersama

Erick menekankan pentingnya membangun olahraga yang mampu menghasilkan prestasi sekaligus memberi dampak ekonomi. Dua tujuan ini dipandang tidak perlu dipisahkan. Prestasi dapat memperkuat perhatian publik terhadap sebuah cabang olahraga, sedangkan tata kelola industri yang baik dapat membantu menciptakan ekosistem yang lebih berkelanjutan.

Sport event, misalnya, dapat membuka aktivitas ekonomi di sekitarnya. Penyelenggaraan kompetisi membutuhkan tempat pertandingan, logistik, transportasi, akomodasi, konsumsi, publikasi, perlengkapan, tenaga kerja, serta berbagai layanan pendukung lain. Dampaknya dapat dirasakan lebih luas apabila pelaksanaan acara didukung perencanaan yang rapi dan regulasi yang memudahkan.

ISS 2026 menjadi bagian dari ikhtiar untuk mempertemukan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam satu arah yang sama. Kekompakan dari ketiga unsur itu dinilai penting agar olahraga tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau kompetisi sesaat, melainkan berkembang menjadi sektor yang menciptakan kesempatan dan nilai tambah.

Namun, penguatan koordinasi di dalam pemerintahan menjadi langkah awal yang ditekankan Erick. Keselarasan kebijakan antarinstansi diperlukan agar upaya membangun olahraga dan mengembangkan event tidak terhambat oleh prosedur yang tumpang tindih.

Deregulasi Perizinan Menjadi Perhatian

Salah satu agenda yang terus didorong pemerintah ialah deregulasi, terutama pada aturan yang berkaitan dengan olahraga dan penyelenggaraan sport event. Erick menyampaikan bahwa terdapat 191 aturan yang perlu melalui proses deregulasi.

“Perizinan dipermudah,”

Penyederhanaan perizinan memiliki arti penting bagi penyelenggara acara, investor, komunitas, maupun pihak lain yang ingin mengembangkan kegiatan olahraga. Ketika proses administratif lebih jelas dan efisien, peluang untuk menghadirkan pertandingan, turnamen, festival olahraga, serta kegiatan pendukung dapat terbuka lebih lebar.

Langkah ini juga relevan bagi daerah yang ingin memanfaatkan potensi olahraga sebagai bagian dari aktivitas ekonomi lokal. Event yang dikelola dengan baik dapat menarik kunjungan, menghidupkan layanan pendukung, dan memperkenalkan fasilitas yang tersedia di suatu wilayah. Meski demikian, kemudahan perizinan tetap perlu berjalan bersama tata kelola yang bertanggung jawab, keselamatan peserta, serta kesiapan infrastruktur.

Kemenpora juga menjalin koordinasi dengan Kementerian Pariwisata untuk mempermudah penyelenggaraan event olahraga. Kedua kementerian telah memiliki kesamaan visi dalam mendorong agenda tersebut. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa olahraga dan pariwisata dapat saling menguatkan, terutama ketika sebuah kegiatan mampu menghadirkan peserta maupun penonton dari berbagai daerah.

Forum untuk Memperluas Ekosistem Olahraga

Besarnya jumlah pendaftar ISS 2026 memperlihatkan adanya kebutuhan akan forum yang mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem olahraga. Pertukaran gagasan, pengalaman, dan peluang kerja sama dapat membantu memperluas cara pandang bahwa olahraga memiliki peran dalam pembangunan sosial sekaligus pertumbuhan industri.

Bagi pelaku olahraga, arah pembahasan ISS juga penting karena pengembangan industri membutuhkan lebih dari kompetisi. Diperlukan pengelolaan acara yang profesional, kepastian regulasi, keterlibatan dunia usaha, serta partisipasi publik yang konsisten. Semua unsur tersebut dapat membentuk fondasi yang lebih kuat bagi olahraga Indonesia.

Dengan ISS 2026, pemerintah melanjutkan upaya menjadikan olahraga sebagai sektor yang mampu membawa dampak nyata. Tingginya partisipasi, agenda deregulasi, dan koordinasi lintas kementerian menjadi bagian dari langkah untuk membangun ekosistem yang tidak hanya mengejar hasil pertandingan, tetapi juga membuka manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Frequently Asked Questions

What is ISS 2026 Jadi Ikhtiar Erick Thohir?

ISS 2026 Jadi Ikhtiar Erick Thohir is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does ISS 2026 Jadi Ikhtiar Erick Thohir matter?

ISS 2026 Jadi Ikhtiar Erick Thohir matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *