𝕏 f WA
News

Key Strategy: Bahas AI, Universitas Bakrie Ingatkan Warganet Kritis Terhadap Informasi yang Beredar

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Key Strategy: Bahas AI, Universitas Bakrie Ingatkan Warganet Kritis Terhadap Informasi yang Beredar

Key Strategy: Universitas Bakrie Ingatkan Warganet Kritis Terhadap Informasi AI

Key Strategy – Dalam menghadapi era transformasi digital yang semakin cepat, Key Strategy menjadi perhatian utama bagi masyarakat. Teknologi artificial intelligence (AI) yang terus berkembang tidak hanya mengubah cara kita berinteraksi di dunia maya, tetapi juga memberi tantangan besar dalam menyebarluaskan informasi. Topik ini dibahas secara mendalam dalam Webinar Contemporary Digital Culture 2026, yang diadakan oleh Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Jumat (10/7). Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat kesadaran publik tentang pentingnya kritis dalam menghadapi informasi yang beredar.

AI: Transformasi Budaya Digital yang Berkelanjutan

Dr. Hany Nurahmawati, Ph.D., sebagai dosen dan Communication Specialist, mengungkapkan bahwa kehadiran AI telah membawa perubahan dramatis pada kehidupan sehari-hari. “Anak muda yang mengejar dunia digital kini tak bisa terlepas dari AI,” tambahnya. Materi yang disampaikan dalam webinar ini, berjudul *Post Human Rituals: How AI is Reshaping Cyber Culture, Belonging, and Meaning*, menegaskan bahwa AI tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga bagian integral dari kehidupan digital yang komplex. Key Strategy dalam penyebaran informasi menjadi salah satu fokus utama diskusi ini.

“Anak muda yang mengejar dunia digital sekarang tidak bisa dilepaskan dari AI,” kata Hany.

Dalam konteks ini, Hany menjelaskan bahwa kebiasaan masyarakat telah berubah secara signifikan. Dulu, akses informasi lebih banyak melalui mesin pencari seperti Google, tetapi kini, banyak pengguna beralih ke aplikasi berbasis AI seperti Meta AI, Gemini, Siri, dan ChatGPT. Ia memberikan contoh kebijakan di Prancis yang memperbolehkan mahasiswa menggunakan AI dalam pembelajaran, namun melarang hasilnya disalin tanpa evaluasi. Hal ini menunjukkan bagaimana Key Strategy dalam penggunaan teknologi menjadi penting untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak akurat.

Strategi Kritis untuk Menghadapi Informasi AI

Menghadapi kecepatan penyebaran informasi melalui AI, Key Strategy kritis terhadap berita yang beredar menjadi keharusan. Universitas Bakrie mengingatkan bahwa sektor pendidikan dan komunikasi harus memperkuat pendidikan literasi digital. Dengan adanya AI, risiko kebenaran informasi bisa meningkat karena algoritma yang bisa menyesatkan atau mempercepat penyebaran konten yang belum diverifikasi. Hany menekankan bahwa Key Strategy ini tidak hanya untuk akademisi, tetapi juga untuk masyarakat luas yang terus terpicu oleh tren viral di media sosial.

Proses kebanyakan informasi kini lebih cepat, tetapi lebih rentan terhadap kesalahan. Hany menyoroti bagaimana AI tidak hanya mempercepat akses, tetapi juga berpotensi mengubah cara kita memahami kenyataan. Misalnya, aplikasi berbasis AI bisa menciptakan konten yang terkesan lebih akurat, meski sebenarnya berisi bias atau kesalahan. Key Strategy dalam mengevaluasi sumber dan konten menjadi kunci untuk mengurangi dampak negatif dari teknologi ini.

Dalam Webinar Contemporary Digital Culture 2026, pembicara juga membahas peran media sosial dalam menyebarluaskan informasi. Platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter sering menjadi tempat pertama yang diakses orang untuk mendapatkan berita. Namun, dengan kemampuan AI untuk menghasilkan konten otomatis, risiko penipuan informasi semakin tinggi. Key Strategy kritis dalam mengakses berita harus diterapkan sejak awal, sebelum masyarakat terjebak dalam misinformasi yang berdampak luas.

Manfaat dan Risiko AI dalam Kehidupan Digital

AI memberi banyak manfaat, termasuk meningkatkan efisiensi dalam pekerjaan, mempercepat pengolahan data, dan memberikan layanan yang lebih personal. Namun, kehadiran AI juga membawa risiko, terutama dalam hal kebenaran informasi. Hany menjelaskan bahwa anak muda, yang merupakan pengguna utama teknologi ini, perlu dilatih untuk memahami cara kerja AI, termasuk bagaimana algoritma bisa memilih konten yang dianggap relevan tetapi sebenarnya bias atau tidak akurat. Key Strategy dalam mengakses dan menyaring informasi adalah bagian dari upaya ini.

Misalnya, dalam pendidikan, AI bisa digunakan untuk membantu siswa belajar, tetapi jika tidak dikelola dengan baik, bisa menciptakan ketergantungan terhadap teknologi tanpa pemahaman menyeluruh. Key Strategy ini juga diterapkan dalam dunia media, di mana jurnalis dan pembuat konten harus lebih transparan dalam menyajikan informasi. Hany menegaskan bahwa tanggung jawab menghadapi era AI bukan hanya milik teknologi, tetapi juga milik setiap individu yang aktif di media sosial.

Sebagai akibat dari penggunaan AI yang semakin meluas, diperlukan Key Strategy yang holistik. Universitas Bakrie mengajak masyarakat untuk tidak hanya mempercayai informasi yang muncul secara spontan, tetapi juga melakukan pemeriksaan terhadap sumber dan konteksnya. Dengan Key Strategy yang tepat, masyarakat bisa memanfaatkan keuntungan AI sambil menghindari risiko penyebaran kebohongan digital.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *