Key Strategy: Desak Prabowo Evaluasi KDKMP, MPI Kritik Program Berjauhan dari Semangat Koperasi
Key Strategy menjadi strategi utama dalam mengkritik program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip dasar koperasi. Selain menyoroti kebijakan pemerintah, organisasi Merah Putih Institut (MPI) menekankan pentingnya evaluasi mendalam terhadap KDKMP sebagai langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan perekonomian desa. Dalam kesempatan ini, Key Strategy juga menggambarkan bagaimana implementasi program tersebut mengubah pola pengelolaan koperasi yang sebelumnya didasarkan pada partisipasi masyarakat menjadi lebih terpusat di tangan pihak tertentu.
Keluhan Akademisi dan Aktivis Terhadap Struktur KDKMP
Key Strategy menyebut bahwa keluhan tentang KDKMP telah muncul sejak fase pembentukannya. Akademisi, aktivis, dan praktisi hukum menyimpulkan bahwa skema pendanaan dan pengelolaan program ini menyimpang dari semangat demokrasi ekonomi yang tercantum dalam konstitusi. Menurut mereka, struktur organisasi yang digunakan tidak hanya mengurangi peran masyarakat dalam pengambilan keputusan, tetapi juga mengancam kemandirian rakyat sebagai anggota koperasi. Key Strategy mengingatkan bahwa model ini berpotensi menimbulkan ketimpangan dalam alokasi sumber daya, terutama jika pengelolaan terlalu diakui oleh pihak luar.
“Koperasi dibangun menggunakan dana dari APBN, lalu dialirkan melalui pos Kemenhan ke PT Agrinas Nusantara Pangan. Setelah itu, dana desa digunakan untuk membangun fasilitas fisik KDKMP. Hal ini jelas mengurangi otonomi desa dan mengancam kemandirian anggota koperasi sebagai pelaku utama ekonomi lokal,”
kata Fauzan Ohorella, Direktur MPI.
Pola Pengelolaan yang Dinilai Merusak Kemandirian Koperasi
Key Strategy menyoroti bahwa integrasi anggaran negara dengan dana desa dalam KDKMP berpotensi mengubah koperasi menjadi alat pengembangan ekonomi yang tidak sepenuhnya dipimpin oleh masyarakat. Fauzan Ohorella mengungkapkan, koperasi yang seharusnya menjadi bentuk organisasi ekonomi demokratis justru disusun dengan struktur hierarkis yang melemahkan keikutsertaan warga desa. Key Strategy juga memperingatkan bahwa pola ini membuat masyarakat hanya menjadi pelaksana kebijakan pemerintah pusat, bukan pemilik utama dari program yang diharapkan bisa memperkuat ekonomi lokal.
Dalam Key Strategy, pengamat menyatakan bahwa KDKMP tidak selaras dengan konsep koperasi yang sebelumnya diharapkan bisa membangun kepercayaan warga desa. Program ini dinilai menciptakan ketergantungan ekonomi pada sumber daya negara, sehingga mengurangi daya saing dan inisiatif masyarakat dalam pengelolaan sumber daya mereka sendiri. Key Strategy menegaskan bahwa evaluasi terhadap KDKMP harus menjadi prioritas, agar kebijakan ini tidak melenceng dari tujuan utamanya yaitu meningkatkan kemandirian dan partisipasi warga desa.
Permintaan Evaluasi dan Langkah Selanjutnya
Key Strategy juga mengusulkan langkah-langkah konkret untuk memperbaiki program KDKMP. Salah satu rekomendasi utama adalah melakukan evaluasi komprehensif terhadap struktur organisasi, pendanaan, dan kebijakan operasional KDKMP. Dalam Key Strategy, MPI meminta pemerintah untuk melibatkan lembaga independen dalam peninjauan ini, agar hasilnya tidak bias. Key Strategy menekankan bahwa perbaikan KDKMP harus menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekonomi desa dan menjaga prinsip koperasi yang sejati.
Selain itu, Key Strategy menyoroti adanya kejanggalan dalam meninggalnya lima calon manajer KDKMP. Direktur MPI menambahkan bahwa belum ada investigasi menyeluruh terhadap penyebab kematian para manajer tersebut. Ini menjadi pertanyaan besar bagi Key Strategy, karena dugaan adanya kecelakaan atau penyimpangan dalam proses pembentukan KDKMP bisa menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan program. Key Strategy meminta pemerintah dan panitia penyelenggara untuk segera menjelaskan penyebab kematian para manajer tersebut, agar masyarakat tidak merasa diremehkan atau dianiaya dalam pengelolaan koperasi.
Key Strategy menegaskan bahwa evaluasi KDKMP bukan hanya tentang kebijakan fiskal, tetapi juga tentang bagaimana program ini bisa memberdayakan masyarakat. Dengan Key Strategy yang tepat, MPI berharap KDKMP bisa menjadi contoh koperasi yang sejati, bukan sekadar instrumen untuk kepentingan pihak tertentu. Key Strategy menilai bahwa perbaikan terus-menerus diperlukan agar program ini benar-benar mencerminkan semangat koperasi yang selama ini diharapkan masyarakat sebagai sarana pengembangan ekonomi mandiri.
