𝕏 f WA
News

Main Agenda: Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Dinamika Geopolitik

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Main Agenda: Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Dinamika Geopolitik

Main Agenda: ASEAN Poin Utama Indo-Pasifik Terbuka dan Inklusif

Main Agenda – Acara pembukaan berjudul “Main Agenda” di Jakarta menandai pentingnya pendekatan bersama dalam menegakkan Indo-Pasifik yang terbuka dan inklusif, terlepas dari dinamika geopolitik yang semakin rumit. Pada kesempatan tersebut, Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) melalui ERIA School of Government (SoG) menghadirkan Y.M. Dr. Kao Kim Hourn, Sekretaris Jenderal ASEAN, sebagai pembicara utama dalam Kuliah Perdana ERIA–ASEAN AOIP. Seruan ini sejalan dengan upaya menyatukan visi antara dua inisiatif kawasan, yaitu Indo-Pacific and Open Partnership (AOIP) dan Free and Open Indo-Pacific (FOIP), sebagai bentuk respons terhadap perubahan global yang memengaruhi stabilitas dan perdamaian Asia Tenggara.

Konsep Indo-Pasifik: Peran ASEAN dan Kemitraan Strategis

Dalam “Main Agenda,” Sekretaris Jenderal ASEAN menekankan bahwa Indo-Pasifik bukan hanya wilayah geografis, tetapi juga kawasan yang membutuhkan kerja sama multidisiplin untuk mencapai keberlanjutan. Di tengah kompetisi antara kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang, ASEAN dianggap sebagai pusat gravitasi yang mampu mengarahkan kemitraan strategis ke arah keterbukaan dan inklusif. Kegiatan ERIA–ASEAN AOIP Lecture Series menjadi wadah untuk mendiskusikan bagaimana kebijakan ekonomi, politik, dan diplomasi bisa berjalan sinergis dalam menegakkan keadilan global.

ERIA memainkan peran sentral dalam mendorong kebijakan Indo-Pasifik melalui kerja sama dengan institusi internasional. “Main Agenda” mengupas tantangan utama seperti ekspansi kekuasaan regional, perubahan ekonomi digital, serta isu kemanusiaan yang memengaruhi keberhasilan inisiatif ini. Selain itu, acara tersebut juga menggali potensi inovasi dalam kerangka kemitraan ASEAN-Jepang, yang secara teratur mengadakan pertemuan untuk memperkuat koordinasi dalam pengembangan kawasan.

Strategi ASEAN: Menghadapi Dinamika Geopolitik Global

Kehadiran Sekjen ASEAN di “Main Agenda” menegaskan komitmen organisasi ini untuk menjadi poros utama dalam Indo-Pasifik. Dia menyampaikan bahwa keterbukaan kawasan bukan sekadar isu lingkungan, tetapi merupakan kebutuhan mendesak dalam membangun ekosistem kebijakan yang inklusif. Dalam wawancara, ia menyoroti pentingnya memperkuat mekanisme kerja sama multilateral, terutama di bidang perdagangan dan investasi, sebagai penyangga stabilitas Asia Tenggara.

ERIA School of Government berperan aktif dalam merancang kerangka kerja yang komprehensif. Prof. Nobuhiro Aizawa, Dekan ERIA SoG, menegaskan bahwa “Main Agenda” mencakup analisis mendalam tentang bagaimana AOIP dapat memberdayakan negara-negara yang lebih kecil. “Indo-Pasifik selama ini diraih oleh keadaan damai dan stabil. Karena itu, masa ini adalah waktu yang tepat untuk menegaskan norma dan pendekatan yang telah dibangun bersama oleh negara-negara di wilayah ini, sekaligus menjaga kestabilan dan daya tahan kawasan,” tambahnya dalam sebuah blok kutipan.

Kuliah perdana “Main Agenda” juga menghadirkan pakar internasional yang memaparkan konsep strategis Indo-Pacific. Peserta acara, yang terdiri dari tokoh politik, akademisi, dan pemangku kebijakan, mendiskusikan bagaimana inisiatif AOIP dan FOIP bisa diintegrasikan untuk menciptakan kerangka kerja yang lebih luas. Dalam pembicaraan, penekanan pada kerja sama ekonomi dan keamanan menjadi poin utama yang diharapkan bisa memperkuat posisi ASEAN di tengah persaingan global.

ERIA memandang bahwa “Main Agenda” bukan hanya sebagai acara pengantar, tetapi juga sebagai alat untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kerja sama regional. Mereka menegaskan bahwa Indo-Pasifik harus menjadi ruang inklusif yang memungkinkan semua negara, baik besar maupun kecil, untuk berpartisipasi secara adil. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi ketimpangan dalam perekonomian kawasan dan menciptakan sinergi antara negara-negara anggota ASEAN serta mitra eksternal.

Sebagai bagian dari “Main Agenda,” ERIA juga meluncurkan rangkaian kuliah yang akan berlangsung secara berkala. Program ini dirancang untuk memberikan wawasan terkini mengenai perkembangan Indo-Pasifik, mulai dari isu kebijakan hingga dampak lingkungan. Dengan pendekatan yang terbuka dan inklusif, ERIA ingin memastikan bahwa semua pihak memiliki akses ke informasi yang relevan, serta membangun kesepahaman dalam mencapai tujuan bersama.

“Main Agenda” menegaskan bahwa Indo-Pasifik harus menjadi ruang yang menjamin keberlanjutan dan keadilan. Dengan memperkuat koordinasi dan kemitraan, ASEAN diharapkan mampu menjadi poros utama yang menghadirkan stabilitas di tengah dinamika geopolitik yang kompleks. Ini bukan hanya tanggung jawab regional, tetapi juga tugas kolektif untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi semua pihak.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *