𝕏 f WA
News

Main Agenda: Soroti Upah Buruh, Martin Triadmaja Raih Doktor Hukum di Universitas Pancasila

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Main Agenda: Soroti Upah Buruh, Martin Triadmaja Raih Doktor Hukum di Universitas Pancasila

Martin Triadmaja Raih Doktor Hukum, Soroti Upah Buruh di Universitas Pancasila

Pencapaian Akademik dan Agenda Utama

Main Agenda – Universitas Pancasila kembali mencatatkan pencapaian akademik yang mencolok dengan kelulusan Martin Triadmaja Hendriadi sebagai doktor hukum, cumlaude, setelah lulus dalam ujian promosi yang diadakan secara terbuka pada 18 Juli. Pencapaian ini menjadi bagian dari Main Agenda, sebuah inisiatif yang memfokuskan perhatian pada isu keadilan sosial, terutama dalam bidang upah buruh. Dengan gelar doktor ini, Martin semakin menegaskan komitmennya untuk mendorong perbaikan sistem hukum yang mengakui hak pekerja dan menyeimbangkan kepentingan pengusaha.

Dalam perjalanan menuju gelar tertinggi tersebut, Martin menggali isu upah minimum secara mendalam. Penelitian yang dianggap sebagai bagian dari Main Agenda ini menunjukkan bahwa regulasi upah buruh perlu direkonstruksi agar lebih mampu menangani tantangan ekonomi modern. Pekerja dan pengusaha, menurut Martin, harus memiliki kepastian hukum yang jelas, sehingga tidak terjadi ketimpangan dalam penentuan gaji.

Penelitian yang Membahas Keadilan Buruh

Dissertasi Martin, berjudul “Rekonstruksi Pengaturan Upah Minimum dalam Undang-Undang Cipta Kerja Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023”, menjadi cikal bakal pembahasan Main Agenda tentang peningkatan kualitas hidup buruh. Dalam karyanya, Martin mengkritik kelemahan regulasi saat ini yang cenderung tidak selaras dengan dinamika ekonomi yang berkembang. Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan prinsip keadilan dalam peraturan hukum, agar upah minimum tidak hanya menjadi angka tetapi juga alat untuk memperbaiki kondisi sosial.

Dalam sambutan pada sidang promosi, Prof. Dr. Adnan Hamid, Ketua Sidang, mengapresiasi dedikasi Martin dalam menjawab tantangan hukum kontemporer. “Karya ini mencerminkan perhatian terhadap Main Agenda keadilan sosial,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa upah buruh harus menjadi prioritas dalam reformasi sistem hukum nasional.

Penelitian Martin juga memberikan perspektif baru tentang hubungan antara upah minimum dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kebijakan yang memperhatikan hak pekerja tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih stabil dan produktif. Dalam konteks Main Agenda, ini menjadi tantangan utama yang perlu dijawab oleh para peneliti dan praktisi hukum.

Proses Promosi yang Mendalam

Sidang promosi yang dipimpin oleh Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Adnan Hamid, terdiri dari diskusi yang intensif antara Martin dan tim promotor. Dalam sesi ini, Martin memaparkan temuan-temuan penelitian yang dirangkum dalam beberapa bab. Temuan tersebut menyoroti kebutuhan regulasi yang lebih fleksibel, sekaligus memberikan saran untuk memperkuat perlindungan hukum bagi buruh.

Tim promotor, yang meliputi Prof. Dr. Adnan Hamid, Dr. Agung Iriantoro, dan Dr. Kukuh Komandoko, memberikan respons yang memperjelas relevansi karya ilmiah ini dalam konteks Main Agenda. Mereka menilai bahwa rekonstruksi hukum upah minimum mampu menjadi dasar untuk membangun kebijakan yang lebih inklusif. Sidang ini juga menunjukkan kompetensi Martin dalam menggabungkan teori hukum dengan praktik nyata.

Pengaruh Penelitian pada Masyarakat

Penelitian Martin tidak hanya memiliki dampak akademik, tetapi juga sosial. Hasil karyanya dipercaya dapat menjadi bahan referensi bagi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan pengusaha dalam merancang kebijakan upah yang lebih adil. Dalam rangka Main Agenda, penelitian ini diharapkan mendorong perubahan paradigma dalam pengaturan upah buruh, khususnya di tengah tekanan inflasi dan kenaikan biaya hidup.

Sebagai bagian dari Main Agenda, Martin juga berpartisipasi dalam berbagai diskusi publik sebelum menyelesaikan tugas akhirnya. Ia menekankan bahwa hukum tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sosial, dan upah buruh adalah salah satu indikator keberhasilan sistem hukum dalam menjaga keadilan. Dengan menyelesaikan gelar doktor, Martin siap menjadi juru bicara kuat untuk isu-isu yang terus diangkat oleh Main Agenda.

Kontribusi Martin diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda hukum yang ingin berperan dalam memperbaiki kondisi sosial. Sidang promosi yang sukses ini juga menegaskan komitmen Universitas Pancasila untuk menciptakan lulusan yang mampu memberikan solusi berbasis hukum bagi masyarakat. Main Agenda, dengan karya seperti ini, terus memperkuat posisinya sebagai wadah kritis dan inovatif dalam bidang hukum.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *