𝕏 f WA
News

Meeting Results: Peneliti IPB Kembangkan Model Penyuluhan Stunting Berbasis WhatsApp di Lombok Timur

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Meeting Results: Peneliti IPB Kembangkan Model Penyuluhan Stunting Berbasis WhatsApp di Lombok Timur

Peneliti IPB Kembangkan Model Penyuluhan Stunting Berbasis WhatsApp di Lombok Timur

Meeting Results – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terkait stunting, para peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University telah merancang model penyuluhan inovatif yang diberi nama SEMETON. Model ini dikembangkan sebagai bagian dari Meeting Results sebuah penelitian disertasi yang dipertahankan dalam sidang promosi doktor Program Studi Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan IPB University di Bogor, Rabu (15/7). Dengan memanfaatkan platform WhatsApp, penelitian ini mencoba mengoptimalkan komunikasi edukasi gizi secara efektif dan menjangkau.

Konsep dan Tujuan Model SEMETON

SEMETON dirancang untuk menjadi alat komunikasi yang mudah diakses oleh orang tua, terutama dalam upaya memperbaiki pola asuh anak usia dini. Sebagai bagian dari Meeting Results, model ini bertujuan meningkatkan partisipasi orang tua dalam memahami pentingnya nutrisi seimbang dan memperkuat praktik pemberian makan yang tepat. Dalam pelaksanaannya, WhatsApp dipilih karena kemudahan penggunaannya dan kepopulerannya sebagai media komunikasi utama di kalangan masyarakat, termasuk orang tua.

β€œDengan menggunakan WhatsApp, kami memastikan informasi gizi dapat disampaikan secara santai dan mudah dipahami oleh para orang tua. Meeting Results ini menjadi titik awal dari inisiatif baru yang mengubah cara penyuluhan dilakukan,” jelas Indriani, peneliti yang mengembangkan model tersebut, dikonfirmasi oleh JPNN, Sabtu (18/7).

Komponen Model SEMETON

Nama SEMETON diambil dari kata dalam bahasa Sasak yang berarti “saudara atau kerabat,” serta merupakan akronim dari enam komponen utama model ini. Komponen-komponen tersebut meliputi Sosial, Edukasi, Mediasi, Transmisi, Orientasi, dan Norma. Setiap elemen ini dirancang untuk saling terkait dan membentuk pendekatan holistik dalam memperkuat pemahaman orang tua terkait stunting. Dalam konteks Meeting Results, komponen-komponen ini menjadi fondasi untuk mengevaluasi efektivitas intervensi.

Sebagai contoh, komponen Sosial melibatkan peran keluarga dan lingkungan sekitar dalam mendukung program penyuluhan. Edukasi berfokus pada penyebaran pengetahuan tentang nutrisi dan tumbuh kembang anak. Mediasi dan Transmisi digunakan untuk memfasilitasi pertukaran informasi antara penyuluh dan orang tua. Orientasi dan Norma bertujuan mengubah sikap masyarakat terhadap kebiasaan pemberian makan yang kurang sehat.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dari Juli hingga Oktober 2025, dengan melibatkan 128 orang tua pengasuh anak usia dini di enam lembaga PAUD di Lombok Timur. Metode yang digunakan adalah desain kuasi-eksperimen yang membandingkan kelompok intervensi dengan kelompok kontrol. Dalam Meeting Results, hasil penelitian menunjukkan bahwa model SEMETON berhasil meningkatkan sikap orang tua terhadap penyuluhan gizi (p=0,010) serta praktik pemberian makan yang tepat (p=0,011) secara signifikan. Data ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis WhatsApp lebih efektif dibandingkan metode konvensional.

Proses implementasi model SEMETON juga melibatkan pembuatan video singkat yang disampaikan melalui pesan WhatsApp. Video ini dirancang agar lebih menarik dan mudah diakses oleh masyarakat. Selain itu, model ini diintegrasikan dengan mekanisme umpan balik yang memungkinkan orang tua berpartisipasi secara aktif. Dalam rangka Meeting Results, model ini diharapkan menjadi referensi untuk program serupa di daerah lain.

Manfaat dan Kontribusi

Dengan menggunakan platform digital seperti WhatsApp, model SEMETON berpotensi meningkatkan efisiensi penyuluhan dan memperluas cakupannya. Dalam Meeting Results, hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa teknologi dapat menjadi alat efektif dalam memerangi stunting. Model ini juga memberikan peluang untuk memperkuat kerja sama antara institusi pendidikan dengan masyarakat lokal. Dengan adanya SEMETON, para peneliti berharap dapat memberikan solusi praktis yang mudah diadopsi dan berkelanjutan.

Kontribusi model ini tidak hanya terbatas pada peningkatan pengetahuan orang tua, tetapi juga pada perubahan perilaku dalam pengasuhan anak. Dalam konteks Meeting Results, penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis teknologi mampu mengatasi hambatan geografis dan keterbatasan waktu dalam penyuluhan. Selain itu, model ini dapat menjadi acuan bagi program pemberantasan stunting di tingkat nasional.

Kemungkinan Penerapan di Daerah Lain

Hasil penelitian SEMETON di Lombok Timur menunjukkan potensi yang besar untuk diterapkan di wilayah lain. Dalam Meeting Results, Indriani menyatakan bahwa model ini dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat tanpa mengorbankan prinsip utamanya. Peneliti juga berencana melakukan uji coba lebih lanjut untuk mengukur dampak jangka panjang dari program ini.

Model ini diharapkan mampu menjadi alat penyuluhan yang relevan dan efektif, terutama di daerah dengan akses internet yang terbatas. Dengan memanfaatkan WhatsApp, metode ini tidak hanya meningkatkan partisipasi orang tua, tetapi juga memberikan ruang bagi komunitas untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan anak. Meeting Results ini menjadi langkah awal dalam menyebarkan pengetahuan penting tentang stunting melalui pendekatan inovatif.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *