New Policy: Baznas Salurkan 300 Paket Hygiene Kit dan Selimut untuk Penyintas Gempa Sulteng
New Policy – Sebagai bagian dari New Policy yang dicanangkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), 300 paket kit kebersihan serta selimut telah dibagikan kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Kamarora A, Sulawesi Tengah. Penyaluran bantuan ini dilakukan pada Sabtu (4/7) sebagai bentuk respons cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar penyintas dalam fase tanggap darurat. Program ini menggambarkan komitmen Baznas dalam menjalankan New Policy yang lebih terarah dan komprehensif dalam penanggulangan bencana.
Pelaksanaan New Policy dalam Penanggulangan Darurat
New Policy Baznas mengutamakan kebutuhan yang paling mendesak bagi korban bencana, termasuk kebersihan pribadi dan kenyamanan tempat tinggal. Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian, H. Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa paket kit kebersihan mencakup sabun, handuk, dan alat-alat kecil untuk menjaga sanitasi. Selimut, di sisi lain, diberikan untuk melindungi warga dari cuaca dingin yang sering terjadi di daerah tersebut. “Paket ini bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi juga sebagai bagian dari New Policy untuk memastikan peningkatan kesehatan penyintas,” ujarnya.
“Dengan New Policy, kami berupaya menyelaraskan penyaluran bantuan dengan kebutuhan masyarakat secara holistik,” tambah Idy.
Pelaksanaan New Policy ini didukung oleh muzaki yang berdonasi secara besar-besaran. Sejumlah besar dana dari zakat, infak, dan sedekah diubah menjadi bantuan fisik yang terukur dan tepat sasaran. Idy juga menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada koordinasi dengan pemerintah setempat serta organisasi lainnya, sehingga New Policy menjadi landasan kerja yang lebih efektif.
Tahapan dan Kondisi Pasca-Bencana
Setelah gempa bumi mengguncang Sulawesi Tengah, banyak warga mengalami kerugian besar, termasuk kehilangan tempat tinggal dan kebutuhan pokok. Dalam situasi darurat, akses ke sumber daya sering terbatas, sehingga New Policy Baznas dirancang untuk menutupi celah tersebut. Paket bantuan disalurkan secara bertahap, dengan penekanan pada kebersihan dan kesehatan yang bisa mencegah penyebaran penyakit.
New Policy juga mencakup pemantauan kebutuhan terus-menerus. Tim Baznas melakukan survei ke lapangan untuk menilai tingkat keterdampakan dan menyesuaikan jenis bantuan. “Kami terus evaluasi, karena setiap warga memiliki kebutuhan yang berbeda. New Policy mengharuskan kami responsif dan fleksibel,” terang Idy.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 300 paket dibagikan ke warga yang masih tinggal di tenda atau tempat yang tidak layak huni. Penyaluran dilakukan di beberapa titik, termasuk pusat pengungsian dan rumah warga yang rusak parah. Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam pemulihan melalui donasi.
Kondisi Masyarakat dan Harapan Masa Depan
Kondisi pasca-gempa menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya sebatas makanan dan air minum. New Policy Baznas mengakui pentingnya perawatan kebersihan yang memadai. “Penyintas butuh perlindungan dari lingkungan yang tidak sehat, terutama saat cuaca berubah,” jelas Idy.
Program ini juga memberikan harapan bagi masyarakat yang terdampak. Dengan bantuan yang terstruktur, mereka bisa fokus pada pemulihan hidup sehari-hari. “Kami berharap New Policy bisa menjadi contoh bagi lembaga-lembaga lain dalam memberikan bantuan yang lebih sistematis,” tutur Idy.
Dalam jangka panjang, New Policy Baznas akan berlanjut untuk memastikan pemenuhan kebutuhan yang berkelanjutan. Selain itu, program ini juga menciptakan peluang bagi warga untuk bangkit dengan dukungan komunitas dan pemerintah. “Komitmen kita tidak berhenti di sini. New Policy akan menjadi dasar untuk peningkatan kesejahteraan penyintas,” pungkas Idy.
“Setiap bantuan yang kami salurkan adalah bagian dari New Policy untuk membangun tahan banting dan keberlanjutan bagi masyarakat Sulawesi Tengah.”
