SMART Dental Luncurkan Implant Week Sebagai New Policy Kesehatan Gigi
New Policy – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perawatan gigi sejak dini, SMART Dental mengumumkan New Policy terbaru mereka, yaitu Implant Week “Kembali Tersenyum”. Program ini dirancang untuk mengatasi kesadaran yang rendah terhadap masalah kehilangan gigi, yang telah menjadi tantangan serius di Indonesia. Dengan adanya kebijakan ini, SMART Dental ingin memastikan bahwa setiap individu yang mengalami kehilangan gigi tidak menunda pengobatan, sehingga mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.
Statistik Kesehatan Gigi di Indonesia
Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan RI, sekitar 56,9 persen penduduk usia tiga tahun ke atas mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut. Meski tingkat kesadaran ini telah meningkat, data menunjukkan bahwa hanya 11,2 persen dari populasi yang mencari layanan profesional untuk perawatan. Hal ini menegaskan bahwa banyak orang masih mengabaikan masalah gigi, padahal kondisi tersebut bisa memicu efek domino pada kesehatan secara keseluruhan.
Statistik tersebut juga menyebutkan bahwa kehilangan gigi adalah penyebab utama dari gangguan makan dan pembicaraan. Dalam riset tambahan, 34 persen dari peserta survei menyatakan bahwa mereka tidak pernah memperhatikan kondisi gigi hingga terjadi kerusakan serius. “New Policy ini bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang kesehatan gigi,” ujar drg. James Lai, Kepala Klinik SMART Dental Muara Karang, dalam wawancara Kamis (16/7). Menurutnya, kehilangan gigi tidak hanya memengaruhi kemampuan mengunyah tetapi juga memperburuk keseimbangan gigitan dan mengurangi kepercayaan diri.
Dampak Gigi Hilang yang Terlewat
Kehilangan satu atau lebih gigi, baik karena berlubang, penyakit gusi, trauma, atau penuaan, bisa berdampak signifikan pada kualitas hidup seseorang. drg. James Lai menjelaskan bahwa gigi yang tidak terawat dapat menyebabkan masalah mulai dari nyeri kepala hingga gangguan pencernaan. “Dengan New Policy Implant Week, kami memberikan akses mudah dan terjangkau untuk solusi yang permanen,” katanya. Tidak hanya itu, ia menekankan bahwa penggantian gigi dengan implan dapat memperbaiki fungsi dan estetika, serta mencegah kondisi kronis seperti pergeseran gigi.
“Kondisi gigi yang tidak segera diperbaiki bisa mengakibatkan pengerjaan gusi dan kerusakan pada tulang rahang, yang memperburuk masalah secara bertahap,” tambah James Lai.
Dalam kasus yang dianalisis, pasien yang menunda perawatan sering mengalami kesulitan dalam mengonsumsi makanan keras atau permen, sehingga berisiko mengalami malnutrisi. Selain itu, kehilangan gigi juga memengaruhi kemampuan berbicara dan tampilan wajah, yang bisa memengaruhi psikologis. “New Policy ini menggabungkan edukasi dan layanan untuk membuat masyarakat lebih proaktif,” jelasnya.
Program SMART Dental Implant Week “Kembali Tersenyum”
SMART Dental meluncurkan Implant Week “Kembali Tersenyum” pada 24β31 Juli 2026, sebagai bagian dari New Policy mereka. Program ini memberikan edukasi terkait proses implantasi, konsultasi gratis, dan pemeriksaan komprehensif untuk pasien baru. Dalam periode tersebut, peserta akan mendapatkan panoramic X-ray, evaluasi kesehatan gigi, dan rencana penggantian gigi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
New Policy ini juga menyediakan layanan spesialis dengan diskon hingga 30 persen untuk pasien yang memilih implantasi sebagai solusi. Tujuan utama dari Implant Week adalah mengurangi biaya pengobatan dan meningkatkan partisipasi masyarakat. “Kami ingin membuat perawatan gigi lebih terjangkau dan mudah diakses oleh semua kalangan,” kata James Lai. Selain itu, program ini dilengkapi dengan seminar online dan workshop offline untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya perawatan dini.
Manfaat New Policy SMART Dental
Dengan adanya New Policy Implant Week, SMART Dental berupaya mempercepat proses penggantian gigi dan meningkatkan kualitas layanan. Program ini mencakup pemeriksaan awal yang lengkap, seperti konsultasi dengan dokter spesialis, pengukuran kebutuhan implant, dan rencana perawatan. Selain itu, peserta akan mendapatkan layanan gratis sebagai langkah awal untuk membangun kepercayaan terhadap prosedur.
Manfaat utama dari New Policy ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak jangka panjang dari kehilangan gigi. “Dengan memperkenalkan Implant Week, kami ingin mendorong orang-orang untuk tidak menunda kehilangan gigi,” tutur James Lai. Program ini juga memfasilitasi akses ke teknologi canggih seperti sistem implant digital, yang mempercepat pemulihan fungsi gigi dan meminimalkan risiko komplikasi. Dalam jangka panjang, kebijakan ini diharapkan mampu menurunkan angka kehilangan gigi hingga 20 persen dalam lima tahun ke depan.
“New Policy SMART Dental adalah inisiatif untuk menciptakan perubahan positif dalam kesadaran kesehatan gigi,” tambah James Lai.
Pelaksanaan dan Harapan Masa Depan
Implant Week “Kembali Tersenyum” akan diadakan secara nasional dengan program yang diadaptasi sesuai kebutuhan daerah. SMART Dental berharap bahwa kebijakan ini bisa menjadi model untuk layanan kesehatan gigi lainnya. “Dengan memperkenalkan New Policy ini, kami ingin menginspirasi penyedia layanan kesehatan gigi untuk melakukan inovasi serupa,” jelas James Lai. Ia menambahkan bahwa program ini akan berlangsung selama satu bulan, dengan penekanan pada edukasi dan aksesibilitas.
Harapan utama dari New Policy ini adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perawatan gigi yang tepat waktu. Dengan memperbaiki masalah gigi, individu bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih nyaman dan percaya diri. “Kami yakin, kebijakan ini akan menjadi langkah penting menuju kesehatan gigi yang lebih baik di Indonesia,” tutup James Lai. Dengan adanya Implant Week, SMART Dental berkomitmen untuk terus berinovasi dalam bidang kesehatan gigi.
