𝕏 f WA
News

New Policy: Menaker Yassierli Ajak Lulusan MagangHub Ikuti Sertifikasi Kompetensi Demi Tujuan Ini

Share: 𝕏 Twitter Facebook
New Policy: Menaker Yassierli Ajak Lulusan MagangHub Ikuti Sertifikasi Kompetensi Demi Tujuan Ini

Menteri Ketenagakerjaan Ajak Peserta MagangHub Ikuti Sertifikasi Kompetensi

New Policy – Sebagai bagian dari New Policy yang dicanangkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak seluruh peserta Program Magang Nasional (MagangHub) Batch III untuk mengikuti sertifikasi kompetensi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing para lulusan magang di dunia kerja, serta memperkuat sistem pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Ajakan ini disampaikan secara resmi dalam acara penutupan program MagangHub di Gedung Kemnaker, Jakarta, pada Kamis, 18 Juni 2026, sebagai tanda pembukaan fase baru dari New Policy ini.

Program Sertifikasi Kompetensi sebagai Langkah Konsisten New Policy

Menaker Yassierli menekankan bahwa New Policy ini bukanlah kebijakan yang terpisah dari program sebelumnya, melainkan bagian dari upaya kontinu untuk meningkatkan kualitas pelatihan dan pengembangan tenaga kerja. “Kami telah menyusun skema sertifikasi kompetensi yang jelas, agar peserta MagangHub bisa memperoleh pengakuan resmi atas kemampuan yang telah mereka kuasai selama masa magang,” kata Menaker. Ia menjelaskan bahwa sertifikasi ini akan mencakup beberapa bidang yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, mulai dari teknologi informasi hingga sektor pelayanan.

Program sertifikasi ini dirancang sebagai bentuk pengakuan terhadap hasil magang, yang sebelumnya telah memberikan pengalaman kerja langsung kepada peserta. Dengan adanya sertifikasi, lulusan magang akan memiliki dokumen tambahan yang bisa digunakan untuk memperkuat portofolio mereka. Selain itu, Yassierli menyebutkan bahwa New Policy ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan menyesuaikan kompetensi para peserta dengan standar industri yang terkini.

Manfaat Sertifikasi Kompetensi bagi Peserta MagangHub

“Kami telah menyiapkan sekitar 15 bidang kompetensi yang bisa dipilih untuk diuji di balai-balai pelatihan yang berada di bawah naungan Kemnaker,” tambah Yassierli. Sertifikasi ini tidak hanya memperkuat kemampuan peserta, tetapi juga memberikan nilai tambah yang bisa memudahkan mereka dalam proses rekrutmen di perusahaan-perusahaan besar.

Menurut Menaker, New Policy ini merupakan inisiatif untuk mengoptimalkan hasil pelatihan melalui pendekatan yang lebih terstruktur. Dengan sertifikasi, peserta MagangHub tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja dan sertifikat magang, tetapi juga kepastian bahwa mereka telah memenuhi standar kompetensi tertentu yang diakui secara nasional. “Ini merupakan layanan yang ingin kami berikan kepada peserta MagangHub. Mereka tidak hanya mendapatkan portofolio dan sertifikat magang, tetapi juga sertifikensi kompetensi yang bisa meningkatkan daya saing mereka,” ujarnya.

Keberadaan sertifikasi ini juga diharapkan bisa membantu pemerintah dalam mencapai target peningkatan kualifikasi tenaga kerja seiring perkembangan ekonomi digital dan sektor industri yang semakin dinamis. Dengan mengimplementasikan New Policy ini, Kemnaker ingin memastikan bahwa para lulusan magang tidak hanya bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja, tetapi juga memiliki bekal kompetensi yang mampu mendukung keberlanjutan karier mereka di masa depan.

Menaker Yassierli juga mengingatkan peserta MagangHub untuk memantau informasi terkini melalui kanal resmi Kemnaker. Termasuk mengenai jadwal pendaftaran, pilihan bidang kompetensi, dan tahapan sertifikasi yang akan dijalani. Ia menjelaskan bahwa seluruh proses sertifikasi akan dilakukan secara terpadu, dengan melibatkan instansi terkait seperti Badan Penelitian dan Pengembangan Kemnaker serta lembaga pelatihan yang berpengalaman. “Kami ingin sertifikasi ini bisa menjadi bentuk pengakuan yang efektif, baik bagi peserta maupun bagi dunia kerja,” lanjutnya.

Dengan New Policy ini, Kemnaker berharap program MagangHub bisa menjadi jembatan antara pendidikan dan dunia kerja, serta mempercepat penyerapan tenaga kerja ke pasar. Yassierli menargetkan bahwa sertifikasi kompetensi ini akan menjadi bagian dari sistem pelatihan nasional yang lebih lengkap, yang dapat diakses oleh berbagai kalangan, termasuk lulusan SMK, D3, dan S1. “Kami yakin, New Policy ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi ekonomi Indonesia dan kesejahteraan pekerja,” pungkasnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *