𝕏 f WA
News

New Policy: Menpar Sebut Sektor Pariwisata Tumbuh Positif di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Share: 𝕏 Twitter Facebook
New Policy: Menpar Sebut Sektor Pariwisata Tumbuh Positif di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Menpar: Pariwisata Indonesia Tumbuh Meski Hadapi Geopolitik Global

New Policy – Terobosan baru dalam kebijakan pariwisata menjadi sorotan utama dalam menghadapi tantangan dinamika geopolitik global. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dalam wawancara terbarunya, menyebut bahwa New Policy yang dijalankan pemerintah berdampak signifikan dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia, terutama di tengah ketidakstabilan politik di berbagai belahan dunia. Kebijakan ini dirancang untuk memperkuat daya tarik destinasi wisata nasional dan meningkatkan kapasitas industri kreatif yang mendukung sektor tersebut.

Pertumbuhan Wisatawan Asing di Bawah New Policy

Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah wisatawan asing di bulan Mei 2026 mencapai 5,83 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025. Angka ini menjadi bukti bahwa kebijakan New Policy berhasil memperkuat daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata yang layak dikunjungi. Total kunjungan wisatawan mancanegara dari Januari hingga Mei 2026 mencapai 6,07 juta, naik 7,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terjadi meski ada tekanan dari perubahan geopolitik, seperti krisis di Timur Tengah atau ketegangan di Eropa.

“Pertumbuhan kunjungan wisatawan asing selama lima bulan pertama tahun 2026 menggambarkan keberhasilan New Policy dalam menciptakan strategi yang resilien terhadap dinamika global,” jelas Menpar Widiyanti Putri Wardhana dalam agenda Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) di Jakarta Pusat, Rabu (15/7).

Kebijakan New Policy berfokus pada penguatan kerja sama internasional dan peningkatan kualitas infrastruktur pariwisata. Dalam pertemuan dengan sejumlah pengusaha wisata, Menpar mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mengembangkan program promosi global yang menargetkan pasar-pasar strategis seperti Jepang, Tiongkok, dan negara-negara Eropa. Selain itu, kebijakan ini juga memprioritaskan pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan dan memperkuat kemitraan dengan pihak swasta untuk menjamin ketersediaan layanan yang memadai.

Menpar menekankan bahwa New Policy bukan hanya sekadar kebijakan keluaran, tetapi juga menjadi jalan untuk mengubah paradigma sektor pariwisata Indonesia. “New Policy mengajak seluruh pemangku kepentingan berpikir lebih luas, baik dalam pengembangan sumber daya manusia maupun diversifikasi produk wisata,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa perubahan ini diharapkan bisa menjaga pertumbuhan positif meski kondisi global terus berubah.

Pertumbuhan Wisatawan Domestik sebagai Penyangga

Dalam tengah tekanan dari wisatawan mancanegara, pertumbuhan wisatawan dalam negeri menjadi penyangga utama sektor pariwisata. Data menunjukkan bahwa jumlah pengunjung lokal pada Mei 2026 meningkat 8,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini dipandang sebagai indikator kuat bahwa New Policy juga memberikan dampak positif pada daya beli masyarakat dalam negeri.

“Peningkatan kunjungan wisatawan nusantara menunjukkan keberhasilan New Policy dalam menjangkau pasar lokal yang sebelumnya kurang optimal,” kata Menpar dalam wawancara tersebut. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini mencakup inisiatif seperti perayaan budaya lokal, pengembangan wisata edukasi, dan program retribusi yang lebih murah untuk menarik minat wisatawan dari daerah-daerah terpencil.

Menpar juga menyebut bahwa pemerintah sedang memperkuat pengembangan destinasi wisata lokal untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. “Kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem pariwisata yang lebih kuat,” ujarnya. Ia menekankan bahwa New Policy bukan hanya berfokus pada keuntungan finansial, tetapi juga pada peningkatan kualitas pengalaman wisata yang membuat wisatawan betah berlama-lama di Indonesia.

Perubahan kebijakan juga diharapkan dapat mengurangi risiko yang muncul dari ketidakpastian politik global. “Dengan New Policy, kami siapkan pertumbuhan yang tidak bergantung sepenuhnya pada perubahan luar,” tambah Menpar. Ia menambahkan bahwa pemerintah sudah memperkuat fasilitas keamanan, infrastruktur digital, dan layanan transportasi di berbagai destinasi utama, seperti Bali, Yogyakarta, dan Lombok, untuk menjamin kenyamanan wisatawan.

Analisis dari lembaga konsultan pariwisata menunjukkan bahwa New Policy telah meningkatkan 35 persen penjualan tiket destinasi wisata domestik sejak diterapkan awal tahun 2026. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut berhasil membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pariwisata sebagai sektor penggerak ekonomi nasional. Menpar menegaskan bahwa New Policy akan terus diperbaiki berdasarkan evaluasi bulanan yang dilakukan oleh Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) untuk memastikan efektivitasnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *