𝕏 f WA
News

Pemilik Mobil Listrik GAC Aion Ini Mengeluh, Baterai Bengkak dan Bocor

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Pemilik Mobil Listrik GAC Aion Ini Mengeluh, Baterai Bengkak dan Bocor
Foto : Michael Gonzalez - beritanaya.com

GAC Aion S Hadapi Krisis Baterai, Ratusan Pemilik Mobil Listrik GAC Aion Mengeluh

Beritanaya.com – Kendaraan listrik GAC Aion S kini tengah menghadapi serangkaian masalah teknis yang cukup serius dan berpotensi membahayakan keselamatan para pengemudi. Pemilik Mobil Listrik GAC Aion mulai melaporkan berbagai keluhan terkait kondisi baterai yang tidak normal. Diantara masalah-masalah tersebut meliputi pembengkakan pada komponen baterai, kebocoran sistem elektronik, hingga pecahnya sel-sel baterai yang menyebabkan penurunan tenaga kendaraan saat beroperasi di jalan raya.

Laporan Keluhan dari Pengguna yang Sudah Menempuh Jarak Jauh

Menurut laporan CarnewsChina pada hari Selasa, sebagian besar keluhan datang dari kendaraan yang sudah menempuh perjalanan antara 150.000 hingga 300.000 kilometer. Kejadian ini mulai terungkap setelah beberapa pemilik GAC AION S menyampaikan laporan mengenai masalah yang mereka alami kepada pihak produsen maupun platform pengaduan konsumen. Angka-angka ini menunjukkan bahwa masalah baterai bukan hanya terjadi pada kendaraan baru, tetapi juga pada unit yang sudah digunakan dalam jangka waktu lama.

Berdasarkan data yang dihimpun dari platform pengaduan konsumen 12365auto dan Black Cat, tercatat sebanyak 182 pengaduan hanya dalam waktu setengah bulan. Masalah-masalah ini dikaitkan dengan sel baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 177 Ah yang dipasok oleh CALB. Jumlah pengaduan yang cukup signifikan dalam waktu singkat ini menunjukkan adanya pola masalah yang sistematis pada komponen tertentu.

Dari total sekitar 213.000 unit kendaraan yang menggunakan komponen tersebut, tingkat temuan gangguan dilaporkan mencapai 4,7 persen. Meningkatnya perhatian publik, termasuk setelah pemberitaan media pemerintah Tiongkok Xinhua, mendorong GAC AION dan CALB menyampaikan permintaan maaf pada 18 Juli 2026. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun persentasenya relatif kecil, jumlah absolut kendaraan yang terdampak cukup besar.

Kedua perusahaan tersebut resmi memberikan penjelasan dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pemilik kendaraan. Langkah ini diambil untuk memastikan kepercayaan konsumen tetap terjaga di tengah meningkatnya adopsi kendaraan listrik di pasar global.

Dampak dan Tindakan Lanjutan bagi Pemilik Mobil Listrik GAC Aion

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi para Pemilik Mobil Listrik GAC Aion yang telah menginvestasikan dana untuk kendaraan mereka. GAC AION dan CALB diperkirakan akan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap unit-unit yang terdampak serta memberikan solusi berupa penggantian baterai atau perbaikan teknis. Para pemilik kendaraan diharapkan untuk segera menghubungi dealer resmi atau pusat layanan pelanggan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai prosedur klaim garansi.

Sementara itu, industri kendaraan listrik di Tiongkok terus berkembang pesat dengan berbagai inovasi teknologi baterai. Kasus GAC Aion S ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi produsen kendaraan listrik lainnya dalam memastikan kualitas komponen yang digunakan. Para ahli industri menilai bahwa masalah ini tidak akan berdampak signifikan terhadap penjualan kendaraan listrik GAC Aion secara keseluruhan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia otomotif dan kendaraan listrik di Indonesia maupun mancanegara.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *