𝕏 f WA
News

Sopir Pikap Rombongan Hajatan yang Kecelakaan di Pantura Tewas – Jumlah Korban Jadi 12 Orang

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Sopir Pikap Rombongan Hajatan yang Kecelakaan di Pantura Tewas – Jumlah Korban Jadi 12 Orang

Sopir Pikap Rombongan Hajatan Kecelakaan di Pantura Tewas, Korban Meninggal Bertambah Jadi 12 Orang

Sopir Pikap Rombongan Hajatan yang Kecelakaan – Kecelakaan maut yang melibatkan mobil pikap rombongan hajatan di kawasan Pantura Indramayu menelan korban jiwa yang semakin bertambah. Sejauh ini, total korban meninggal mencapai 12 orang, setelah dua dari para korban yang sebelumnya menjalani perawatan dinyatakan tidak bernyawa. Insiden ini terjadi pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, di Desa Kijaran, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Sopir pikap yang mengangkut rombongan hajatan turut menjadi korban tewas, menambah ketegangan dalam penyelidikan kecelakaan tersebut.

Kronologi dan Penyebab Kecelakaan

Dikutip dari JPNN.com, Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif mengungkap bahwa penyebab kecelakaan masih dalam investigasi. Namun, petugas menyatakan bahwa mobil pikap tersebut melaju kencang sebelum terlibat tabrakan dengan kendaraan lain. Sejumlah saksi mengatakan kecelakaan terjadi akibat rem blong yang tidak terkontrol, meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian. Sebelumnya, jumlah korban tewas hanya 10 orang, namun dalam 24 jam terakhir, dua korban lagi dinyatakan meninggal, sehingga total menjadi 12.

Dampak dan Respons dari Pihak Terkait

Kecelakaan ini menyebabkan kerusakan parah pada mobil pikap dan beberapa kendaraan lain yang terlibat. Penumpang yang selamat saat ini tengah menjalani perawatan di berbagai rumah sakit. Polres Indramayu mengatakan olah TKP akan dilakukan secara menyeluruh dengan menggunakan metode Traffic Analysis Accident (TAA) untuk memperjelas kronologi peristiwa. "Korban meninggal dunia bertambah dua, salah satunya sopir mobil pikap," ujar Undang, sambil menegaskan bahwa investigasi masih terus berjalan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Kawasan Kijaran, yang terletak di jalur utama Pantura, dikenal sebagai rute lintas yang sering digunakan oleh rombongan hajatan. Kecelakaan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengendara yang menggunakan jalan tersebut, terutama saat arus lalu lintas padat. Selain itu, kondisi cuaca dan jalan yang sempit dianggap sebagai faktor risiko. "Kami sedang memeriksa semua kemungkinan, termasuk kondisi jalan dan kecepatan kendaraan saat kejadian," tambah Undang, yang menambahkan bahwa tim medis juga terus berusaha memberikan bantuan segera setelah kecelakaan terjadi.

Pihak kepolisian berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk meningkatkan kesadaran pengemudi, terutama saat mengangkut rombongan besar. Sopir pikap rombongan hajatan seringkali mengabaikan rambu lalu lintas dan mengambil risiko saat melintasi area yang rawan kemacetan. "Kami juga akan menghimpun data dari saksi dan korban untuk mengetahui detail peristiwa," jelas Undang. Dengan tambahan data dari olah TKP, harapannya penyebab kecelakaan dapat diungkap secara akurat.

Menurut informasi yang beredar, mobil pikap yang terlibat kecelakaan mengangkut sekitar 17 penumpang. Sejumlah warga sekitar menyatakan bahwa rombongan tersebut sedang menuju kecamatan lain untuk mengantarkan pengantin baru atau alat ibadah. Korban tewas dari rombongan tersebut dinyatakan tidak bisa diselamatkan meski telah mendapat upaya pertolongan. Sejumlah keluarga korban menyampaikan duka mendalam dan meminta investigasi lebih lanjut. "Sopir pikap rombongan hajatan ini adalah pribadi yang baik, tapi kecelakaan bisa terjadi kapan saja jika tidak hati-hati," kata salah satu kerabat korban yang enggan menyebutkan nama.

Kecelakaan ini juga memicu respons dari pemerintah setempat. Pihak kecamatan dan desa berupaya untuk memastikan semua korban telah diberi perlakuan yang adil. Selain itu, pihak terkait meminta evaluasi terhadap penggunaan jalan raya oleh rombongan hajatan, khususnya saat memasuki area yang kurang dilengkapi infrastruktur keselamatan. "Kami akan merekomendasikan pembatasan jumlah penumpang dan pemeriksaan kendaraan sebelum melakukan perjalanan," ujar seorang perwakilan dari dinas perhubungan setempat. Semua pihak berharap kecelakaan serupa tidak terulang di masa depan.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *