𝕏 f WA
News

Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Tanjung Seteko Ogan Ilir

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Tanjung Seteko Ogan Ilir

Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Tanjung Seteko Ogan Ilir

Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Tanjung – Di tengah upaya mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, tim gabungan dari berbagai instansi berhasil memadamkan api pada Senin (13/7/2026). Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyatakan bahwa area yang terbakar kini telah dinyatakan clear, dengan estimasi luas lahan yang terkena sekitar 3 hektare.

“Pemadaman dilakukan secara intensif, dan tim terus memantau untuk memastikan tidak ada titik panas yang berpotensi memicu flare up kembali,” jelas Ferdian.

Kondisi Area yang Terdampak

Kebakaran di Tanjung Seteko terjadi tiba-tiba, dengan api yang membesar cepat akibat angin kencang dan kondisi vegetasi yang kering. Awalnya, petugas memperkirakan luasan api mencapai sekitar 15 hektare, tetapi setelah penanganan intensif, angka tersebut berkurang menjadi 3 hektare. Tim gabungan terdiri dari petugas pemadam kebakaran, Satuan Pemadam Kebakaran Lahan (Satpal) lokal, serta tenaga ahli dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami mengapresiasi upaya kerja sama antar instansi, karena tanpa koordinasi yang baik, karhutla ini bisa melebar ke area lain,” tambah Ferdian.

Strategi Pemadaman yang Digunakan

Dalam proses pemadaman, tim gabungan mengandalkan metode darat dan udara untuk menjangkau area yang sulit diakses. Selain itu, petugas juga melakukan pembersihan lahan kering dan pembuatan jalur pemadaman. Ferdian menjelaskan bahwa setiap langkah diambil dengan hati-hati untuk mencegah api menyebar ke hutan sekitar atau desa lain.

“Pemadaman di Tanjung Seteko mengharuskan kesabaran dan kecepatan, karena api bisa kembali muncul di titik yang tidak terdeteksi,” kata Ferdian.

Kerja Sama Antar Instansi

Karhutla di Tanjung Seteko menjadi contoh nyata pentingnya kerja sama antar lembaga dalam mengatasi bencana alam. Tim gabungan bekerja selama lebih dari 12 jam, dengan pendekatan terkoordinasi yang memadukan teknologi dan strategi tradisional. Ferdian juga menekankan peran masyarakat sekitar yang membantu mengangkut alat pemadam dan memantau kondisi lingkungan.

“Keterlibatan masyarakat sangat berpengaruh, terutama dalam mencegah munculnya titik api baru di area rawan,” ujarnya.

Pencegahan dan Pembelajaran dari Karhutla

Setelah kebakaran berhasil dipadamkan, tim gabungan mengadakan evaluasi untuk menemukan penyebab munculnya api. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor utama adalah kebocoran minyak dan kecerobohan pembakar sengaja. Ferdian berharap pencegahan bisa ditingkatkan, terutama di wilayah seperti Tanjung Seteko yang rentan terhadap kebakaran.

“Pemadaman di Tanjung Seteko mengingatkan kita bahwa karhutla tidak hanya masalah cuaca, tetapi juga kesadaran masyarakat dan manajemen kebun,” jelas Ferdian.

Manfaat dari Upaya Padamkan Karhutla

Penanganan karhutla di Tanjung Seteko memberikan manfaat signifikan, baik secara ekonomi maupun lingkungan. Pemulihan area yang terbakar membantu menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan mencegah dampak buruk pada pertanian serta ekosistem lokal. Selain itu, upaya ini juga memperkuat sistem respons darurat di wilayah Sumatera Selatan.

“Kami berharap keberhasilan pemadaman di Tanjung Seteko bisa menjadi contoh bagi wilayah lain, terutama dalam menangani karhutla secara cepat dan efektif,” pungkas Ferdian.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *