Gubernur ASR Genjot Pendapatan Daerah Dengan Strategi Khusus
Topics Covered – JAKARTA – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR), sedang menyusun strategi khusus untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) provinsi yang dipimpinnya. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap masukan dari berbagai pihak, termasuk fraksi di DPRD Sultra, dalam evaluasi sistem pengelolaan keuangan daerah. Dengan fokus pada ‘Topics Covered’, ASR berkomitmen untuk memperkuat keuangan daerah agar bisa memberikan dampak lebih besar bagi pembangunan Sulawesi Tenggara.
Enam Strategi Utama untuk Tingkatkan PAD
Pendekatan yang dipilih Gubernur ASR melibatkan enam langkah strategis yang dirancang secara matang. Pertama, intensifikasi pendapatan melalui pengoptimalan PAD menjadi prioritas utama. Kedua, penguatan kualitas pelayanan publik diperkirakan dapat meningkatkan kepuasan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Ketiga, penguatan kerja sama antarlembaga diharapkan mempercepat proses pengambilan keputusan. Keempat, pengawasan ketat terhadap wajib pajak akan mengurangi keleluasaan administrasi dan memastikan penerimaan pajak berjalan optimal. Kelima, percepatan tindak lanjut rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diharapkan memberikan wawasan penting untuk memperbaiki kebijakan keuangan. Terakhir, perbaikan manajemen aset daerah dianggap sebagai sarana pengayaan pendapatan jangka panjang.
βKami mengapresiasi masukan dari fraksi-fraksi DPRD Sultra dalam diskusi raperda pertanggungjawaban APBD 2025. Dengan ‘Topics Covered’ ini, kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil berdampak signifikan pada kesejahteraan rakyat,β
ungkap ASR dalam rapat yang dihadiri sejumlah stakeholder.
Tax Collection Menjadi Fokus Utama dalam Strategi PAD
Dalam konteks ini, ‘Topics Covered’ menjadi salah satu aspek penting karena terkait langsung dengan penerimaan pajak. Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus adalah capaian rendah dari pajak kendaraan bermotor. Hingga akhir 2024, realisasi pajak ini hanya mencapai 76,32 persen, atau sekitar Rp 193,6 miliar. ASR menyatakan bahwa strategi ‘Topics Covered’ yang telah dibuat akan memberikan penekanan pada upaya penguatan pengumpulan pajak ini, termasuk pengoptimalan sistem administrasi dan pemanfaatan teknologi informasi untuk transparansi.
Langkah-langkah tersebut mencakup peningkatan kinerja aparatur pemerintah daerah, pelatihan pegawai pajak, serta penerapan sistem online untuk pengisian dan pembayaran pajak. ASR menegaskan bahwa komitmen untuk memperbaiki PAD akan terus dijaga, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi regional yang berlangsung. Dengan ‘Topics Covered’ yang diusung, pemerintah Sultra berharap dapat menciptakan sumber pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Beberapa rencana strategis lainnya, seperti penguatan kerja sama dengan investor dan pengembangan sektor usaha kecil menengah, juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan PAD. Dengan peningkatan ekonomi masyarakat, diharapkan akan ada peningkatan kontribusi dari sektor swasta terhadap pendapatan daerah. ASR menambahkan bahwa ‘Topics Covered’ ini adalah hasil diskusi yang terus dilakukan dengan pihak eksternal untuk memastikan kebijakan yang diambil relevan dengan kebutuhan Sulawesi Tenggara saat ini.
Sejumlah indikator keberhasilan telah ditetapkan dalam strategi ‘Topics Covered’ ini. Salah satunya adalah target pertumbuhan PAD sebesar 15 persen pada 2025. Untuk mencapai angka tersebut, pemerintah daerah berencana memperluas kerja sama dengan instansi pemerintah pusat, serta melibatkan masyarakat dalam program pengoptimalan pendapatan. ASR juga mengingatkan bahwa kinerja PAD tidak hanya diukur dari jumlah uang yang masuk, tetapi juga dari efektivitas penggunaannya dalam pembangunan infrastruktur dan layanan publik.
Kebijakan ‘Topics Covered’ yang diusung Gubernur ASR akan dirancang secara transparan dan terukur. Setiap strategi akan diawasi melalui indikator kinerja nasional (INKINAS) untuk memastikan realisasi yang optimal. Selain itu, ASR berharap melalui ‘Topics Covered’ ini, pendapatan daerah bisa menjadi penopang utama dalam mempercepat pembangunan ekonomi Sulawesi Tenggara, khususnya di sektor-sektor yang dinilai potensial.
