𝕏 f WA
News

Visit Agenda: Rumah Kuli Bangunan di Kudus Ini Sekarang Nyaman Berkat Program Perbaikan RTLH

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Visit Agenda: Rumah Kuli Bangunan di Kudus Ini Sekarang Nyaman Berkat Program Perbaikan RTLH

Visit Agenda: Perbaikan RTLH Kudus Bawa Perubahan Nyata Bagi Warga

Visit Agenda – KUDUS – Warga Bae, Kabupaten Kudus, Hadi Mulyono (54) masih mengingat kondisi rumah yang pernah ia tinggali bersama keluarga. Dulu, bangunan itu sering banjir dan dindingnya retak di beberapa titik. Karena kondisi itu, rumah tidak layak huni. Namun, perubahan besar terjadi setelah pemerintah memberikan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui program Visit Agenda. Kini, rumah Hadi terlihat lebih nyaman dan sehat, berkat intervensi yang dilakukan selama bertahun-tahun.

Program Visit Agenda: Upaya Membangun Kualitas Hidup Lebih Baik

Program Visit Agenda, yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, bertujuan memperbaiki kualitas tinggal masyarakat ekonomi lemah. Kudus menjadi salah satu kabupaten yang turut mendapat manfaat dari inisiatif ini. Hadi, seorang kuli bangunan yang sehari-hari bekerja di lokasi konstruksi, memanfaatkan bantuan RTLH untuk meningkatkan kondisi rumah. Sebelumnya, ia harus menghadapi tantangan keuangan yang membuat perbaikan rumah terus tertunda.

Visi Visit Agenda tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga mendorong perubahan sosial. Melalui program ini, ratusan rumah di Kudus telah diperbaiki, termasuk rumah Hadi. Bantuan yang diberikan mencakup bahan baku konstruksi, alat pemeliharaan, dan biaya pemugaran. Program ini sangat penting bagi warga yang tidak mampu membiayai perbaikan rumah secara mandiri. Dengan dukungan pemerintah, mereka dapat menikmati tempat tinggal yang layak dan aman.

Kisah Nyata: Rumah Kuli Bangunan Jadi Lebih Nyaman

Rumah Hadi, yang merupakan salah satu contoh sukses dari program Visit Agenda, dulu sering tergenang air saat musim hujan. Kondisi itu membuat keluarga terpaksa memindahkan barang ke tempat tinggi. Kini, setelah diperbaiki, rumah terasa lebih hangat dan terang. “Program Visit Agenda benar-benar membawa perubahan yang menggembirakan. Saya bisa tidur nyenyak tanpa takut banjir,” ujar Hadi dalam wawancara khusus. Ia menambahkan, selama 25 tahun, keluarganya terus berharap bisa membangun rumah yang layak, namun kini impian itu terwujud berkat bantuan dari pemerintah.

Pada acara kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Hadi sempat berbagi cerita tentang perjuangan keluarganya. Ia mengungkapkan, sebelum diperbaiki, rumah itu sering dianggap tidak layak sebagai tempat tinggal. Namun, setelah diperbaiki, warga sekitar mulai merasa lebih percaya diri dan tertarik mengunjungi rumah tersebut sebagai contoh perubahan yang signifikan. “Ini bukti bahwa bantuan dari Visit Agenda bisa mengubah kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Kegiatan Pengawasan dan Komunikasi dengan Warga

Program Visit Agenda juga melibatkan kegiatan pengawasan langsung oleh pemerintah. Tim dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Jateng sering mengunjungi lokasi penyelesaian RTLH untuk memastikan progres yang optimal. Dalam kunjungan ke rumah Hadi, gubernur dan bupati meninjau hasil pekerjaan, termasuk struktur dinding, atap, dan sistem drainase. “Visit Agenda bukan hanya tentang bantuan, tetapi juga komunikasi dua arah dengan masyarakat,” jelas Sam’ani Intakoris. Ia menekankan bahwa program ini dirancang agar warga merasa didengar dan dihargai.

Selama kunjungan, Hadi juga menyampaikan harapan agar program ini terus berlanjut di wilayah lain. “Saya ingin banyak warga lainnya bisa mendapatkan bantuan serupa. Rumah yang layak huni adalah kebutuhan dasar untuk keluarga,” katanya. Ia menyebut bahwa selain perbaikan RTLH, program Visit Agenda juga menyediakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan warga. Hal ini membantu mereka mengelola keuangan dan mempercepat pengerjaan perbaikan rumah.

Di sisi lain, program Visit Agenda mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga menyatakan bahwa bantuan ini memberikan dampak besar, baik secara fisik maupun psikologis. Rumah yang dulu dianggap rusak kini menjadi tempat yang nyaman, bahkan menarik minat warga lainnya untuk berpartisipasi. “Ini bukan hanya perbaikan rumah, tapi juga perubahan cara berpikir warga tentang kualitas hidup,” ujar seorang warga sekitar yang turut menghadiri acara tersebut.

Progres dan Harapan Masa Depan

Program Visit Agenda di Kudus telah mencapai beberapa pencapaian signifikan. Selama 2025, sekitar 150 rumah diperbaiki, termasuk yang menjadi contoh dalam wawancara ini. Progres ini didukung oleh koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat. Hadi Mulyono, sebagai warga yang berhasil memperoleh manfaat, berharap program ini bisa diperluas ke daerah lain. “Saya yakin Visit Agenda bisa membuat banyak perubahan. Selama ini, kami sering terlantar, tapi kini ada dukungan yang nyata,” katanya.

Salah satu tantangan utama dalam program ini adalah memastikan keberlanjutan. Hadi menyebut bahwa pemerintah perlu terus mengawasi progres setelah pembangunan selesai. “Jika tidak ada pengawasan lanjutan, warga mungkin tidak bisa menjaga kebersihan dan perawatan rumah,” katanya. Ia juga menyarankan bahwa program ini bisa disertai dengan pelatihan pengelolaan keuangan agar warga mampu memperbaiki rumah mereka sendiri di masa depan.

Dengan semua upaya ini, program Visit Agenda terus menjadi pendorong utama dalam peningkatan kualitas tinggal masyarakat Kudus. Rumah Hadi, yang kini menjadi contoh nyata, membuktikan bahwa bantuan dari pemerintah bisa memberikan hasil yang memuaskan. Kehadiran gubernur dan bupati dalam acara kunjungan juga menunjukkan komitmen tinggi dalam memberikan layanan yang lebih baik untuk warga. Dengan begitu, keberhasilan Visit Agenda diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi program serupa di daerah lain.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *