𝕏 f WA
Bali Terkini

Latest Program: Kapolri Gandeng 27 Ribu Pecalang dan Ojol Jaga Keamanan Bali, Simak Pesannya

Share: 𝕏 Twitter Facebook
Latest Program: Kapolri Gandeng 27 Ribu Pecalang dan Ojol Jaga Keamanan Bali, Simak Pesannya

Kapolri Gandeng 27 Ribu Pecalang dan Ojol Jaga Keamanan Bali, Simak Pesannya

Forum Silaturahmi untuk Perkuat Kolaborasi

Latest Program menjadi tema utama dalam pertemuan strategis yang digelar oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Badung, Bali, pada Kamis (16/7). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara Polri, pecalang, dan komunitas ojek online (ojol) dalam menjaga keamanan dan ketertiban di pulau dewasa tersebut. Kapolri menekankan bahwa program ini adalah bagian dari upaya meningkatkan daya saing Bali sebagai destinasi wisata paling diminati di dunia.

“Latest Program ini adalah inisiatif untuk menghadirkan solusi yang lebih inklusif dalam menjaga keamanan, khususnya di kawasan-kawasan yang rentan terhadap gangguan. Kami ingin mendengar langsung kondisi terkini terkait tarif ojol, serta isu lain yang menjadi sorotan masyarakat,” ujar Kapolri saat membuka forum dialog.

Menurut Kapolri, keberhasilan program keamanan di Bali tidak hanya bergantung pada kekuatan polisi, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat. Ia menyoroti peran pecalang sebagai mitra strategis yang membantu mengatasi permasalahan sehari-hari di daerah pedesaan. Anggota pecalang dari 27 ribu desa adat di Bali diharapkan dapat menjadi pengawas yang efektif, khususnya di jalur-jalur wisata yang sering dipadati pengunjung.

Program Khusus untuk Ojol dan Pecalang

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari 300 orang, Kapolri juga mengungkapkan rencana penguatan koordinasi antara polisi dan ojol. Ia menjelaskan bahwa program ini mencakup pelatihan pengamanan, penggunaan teknologi pelacakan, serta penguatan pengawasan di titik-titik rawan kejahatan. “Latest Program ini dirancang agar para pengemudi ojol dan pecalang bisa menjadi bagian dari sistem keamanan yang lebih terpadu dan responsif,” tambah Kapolri.

Komunitas ojol yang hadir menyampaikan tanggapan positif terhadap kolaborasi ini. Salah satu perwakilan menyatakan bahwa program tersebut mampu menyelesaikan masalah pengelolaan parkir di area wisata, yang sebelumnya menjadi hambatan bagi pengunjung. “Kami sangat antusias karena kehadiran polisi dan pecalang bisa meningkatkan kepercayaan wisatawan, terutama dalam hal keamanan malam hari,” kata perwakilan ojol tersebut.

Sementara itu, Ketua Manggala Pecalang Wayan Suarya mengapresiasi partisipasi Polri dalam memperkuat jaringan keamanan berbasis budaya lokal. “Lebih dari 27 ribu pecalang di Bali siap berkolaborasi penuh untuk mendukung kegiatan Latest Program ini. Kami juga berharap ada peningkatan pengakuan dari pemerintah daerah sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi kami,” ujarnya.

Langkah Nyata untuk Penyelarasan Prioritas

Latest Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam penyelarasan prioritas keamanan antara instansi pemerintah dan masyarakat. Kapolri menyebutkan bahwa kegiatan seperti ini akan diadakan secara berkala di seluruh provinsi Indonesia, dengan fokus pada daerah wisata yang membutuhkan dukungan lebih besar. “Dengan program seperti ini, kami bisa memastikan keamanan Bali tetap terjaga, terutama menjelang musim liburan dan acara besar,” jelasnya.

Peralatan digital seperti aplikasi pelaporan kejahatan dan sistem monitoring berbasis GPS juga menjadi bagian dari Latest Program. Polri akan menyalurkan dana khusus untuk pengadaan alat tersebut, sehingga para pecalang dan pengemudi ojol bisa lebih cepat merespons situasi darurat. Selain itu, Kapolri menjanjikan pelatihan rutin kepada para mitra strategis agar mereka terus diperbarui pengetahuan dan keterampilan di bidang keamanan.

Forum yang diakhiri dengan pemberian sertifikat dan piagam penghargaan ini menunjukkan komitmen Polri untuk menjaga Bali sebagai destinasi yang aman dan nyaman. “Latest Program bukan hanya sekadar kerja sama, tapi juga komitmen bersama untuk mewujudkan Bali yang lebih baik,” pungkas Kapolri. Ia juga berharap program ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam membangun sistem keamanan yang inklusif dan berkelanjutan.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *