𝕏 f WA
Bali Terkini

New Policy: De Gadjah Ketua HKTI Bali, Koster Minta Percepatan Kedaulatan Pangan

Share: 𝕏 Twitter Facebook
New Policy: De Gadjah Ketua HKTI Bali, Koster Minta Percepatan Kedaulatan Pangan

New Policy: De Gadjah Dipercaya Jadi Ketua HKTI Bali, Dorong Kedaulatan Pangan

New Policy – Ketua DPD HKTI Bali periode 2026-2031, Made Muliawan Arya atau dikenal sebagai De Gadjah, secara resmi dilantik di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Jumat (10/7). Acara pelantikan dipimpin oleh Sudaryono, Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) HKTI, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian RI. Dalam upacara tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan dukungan terhadap peran De Gadjah dalam menerapkan new policy yang berfokus pada percepatan kedaulatan pangan daerah.

Strategi Pangan untuk Masa Depan Bali

Peran De Gadjah sebagai ketua HKTI Bali diharapkan mampu mendorong perubahan strategis dalam sektor pertanian. new policy ini dirancang untuk meningkatkan kemandirian pangan melalui pengembangan produksi lokal, pengurangan ketergantungan pada impor, serta peningkatan daya saing komoditas pertanian Bali. Koster menekankan bahwa keberhasilan program ini memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani hingga pengusaha.

Dalam sambutan resminya, Koster menyebutkan bahwa Bali memiliki potensi besar untuk menjadi sentra produksi pangan nasional. Ia berharap new policy yang diusung HKTI dapat menjadi kerangka kerja konkret untuk memaksimalkan kapasitas ini. “Dengan program yang terstruktur, kita bisa mengubah Bali menjadi contoh nyata keberhasilan kedaulatan pangan,” ujar Koster. Ia juga mengapresiasi komitmen De Gadjah untuk menghadapi tantangan di sektor pertanian.

Kinerja Pertanian Bali Dinilai Positif

Koster menyoroti peningkatan kinerja sektor pertanian Bali dalam beberapa tahun terakhir. “Produksi pertanian kita cukup memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, bahkan beberapa komoditas seperti beras, jagung, bawang merah, dan cabai mengalami surplus,” jelas Koster. Namun, ia juga mengungkapkan adanya defisit bawang putih yang disebabkan oleh preferensi konsumen terhadap produk impor yang harganya lebih terjangkau. new policy yang diusung HKTI bertujuan mengatasi masalah ini melalui inisiatif-inisiatif yang berbasis data dan kebijakan jangka panjang.

“Kami percaya bahwa new policy ini akan membuka peluang baru untuk meningkatkan produksi bawang putih lokal. Dengan kebijakan yang lebih terarah, kita bisa mengurangi impor dan menstabilkan harga pasar,” kata Sudaryono, Ketua DPN HKTI, dalam sambutan saat pelantikan De Gadjah.

Pelantikan De Gadjah juga menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara HKTI dengan pemerintah daerah dan stakeholders pertanian. Ia berjanji akan memprioritaskan pengembangan teknologi pertanian, konservasi lahan pertanian, serta pelatihan petani untuk meningkatkan produktivitas. “Saya akan berupaya menciptakan ekosistem pangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tutur De Gadjah. Kebijakan baru ini dirancang untuk mencakup berbagai aspek, termasuk kebijakan subsidi, pengurangan biaya produksi, dan penguatan distribusi hasil pertanian.

Masa Depan Kedaulatan Pangan Bali

Menurut De Gadjah, new policy HKTI Bali akan menjadi bantuan utama dalam menghadapi isu global seperti kenaikan harga bahan baku produksi dan perubahan iklim. Ia mengatakan bahwa kebijakan tersebut akan memastikan keberlanjutan pertanian dan menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Bali. “Dengan mengembangkan kebijakan yang fokus pada keberlanjutan, kita bisa menciptakan pertanian yang lebih resilien dan adaptif,” tambahnya.

Kebijakan pangan baru ini juga akan mendorong pengembangan komoditas unggulan Bali, seperti beras organik dan sayuran hidroponik. De Gadjah menegaskan bahwa HKTI akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat peningkatan produksi lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor. “HKTI tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada pemasaran dan pengembangan kebijakan yang mendukung keberlanjutan sektor pertanian,” ujarnya.

“Kedaulatan pangan adalah jantung pembangunan daerah. Dengan new policy ini, kita bisa memastikan bahwa pangan Bali tidak hanya cukup untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga bisa menembus pasar ekspor,” ungkap Koster dalam pidatonya saat acara pelantikan.

Dalam konteks new policy yang diusung, HKTI Bali juga berencana untuk menumbuhkan inovasi dan keterlibatan masyarakat. De Gadjah mengatakan bahwa program-program seperti pelatihan pengelolaan lahan pertanian, pengembangan peternakan modern, dan peningkatan penggunaan energi terbarukan akan menjadi bagian dari strategi ini. “HKTI akan terus bergerak bersama masyarakat Bali untuk mencapai tujuan kedaulatan pangan yang lebih luas,” tegasnya.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *