Jatim Terkini

Massa Aksi 2 Tahun Prabowo-Gibran di Surabaya Pasang Spanduk di Patung Gubernur Suryo

Massa Aksi 2 Tahun Prabowo-Gibran di Surabaya Pasang Spanduk di Patung Gubernur Suryo
Foto : Michael Gonzalez - beritanaya.com

Ribuan Demonstran di Surabaya Bentangkan Spanduk di Patung Gubernur Suryo

Beritanaya.com – Ribuan peserta aksi yang memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memusatkan kegiatan mereka di kawasan Gedung Negara Grahadi hingga Taman Apsari, Surabaya, Kamis (22/10). Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi ketika sebuah spanduk dipasang pada Patung Gubernur Suryo di area taman tersebut.

Aksi itu diawali dengan orasi di depan Gedung Negara Grahadi. Setelah menyampaikan aspirasi di titik awal, massa kemudian bergerak bersama menuju Taman Apsari yang berada tidak jauh dari kawasan pusat pemerintahan Jawa Timur tersebut.

Perpindahan massa dilakukan dengan arahan dari orator agar barisan tetap tertata. Peserta diminta menjaga posisi masing-masing saat berjalan menuju lokasi berikutnya, termasuk membentuk barikade agar pergerakan kelompok tetap terkoordinasi.

“Teman-teman rapatkan barisan, buat barikade yang belakang ikuti di depannya. Secara bersama-sama bergerak ke Taman Apsari,” kata salah satu orator kepada massa aksi.

Spanduk Diikatkan ke Patung Gubernur Suryo

Setibanya di Taman Apsari, beberapa peserta aksi berupaya menaikkan spanduk ke Patung Gubernur Suryo. Mereka menggunakan garis polisi yang diikatkan pada botol sebagai alat bantu untuk mengarahkan tali hingga mencapai bagian atas patung.

Upaya tersebut akhirnya berhasil. Sejumlah orang dapat mengikat tali spanduk pada Patung Gubernur Suryo, sementara massa lain menunggu di sekitar lokasi. Keberhasilan pemasangan itu disambut dengan sorakan serentak dari para peserta demonstrasi.

“Hidup mahasiswa, hidup petani, hidup masyarakat, hidup perempuan yang terus melawan,” ucap massa aksi secara bersama-sama.

Patung Gubernur Suryo berada di Taman Apsari, ruang terbuka di pusat Kota Surabaya yang berdekatan dengan Gedung Negara Grahadi. Lokasi tersebut menjadi bagian penting dari lanskap kota karena berada di kawasan yang sering dilalui masyarakat serta dekat dengan sejumlah aktivitas pemerintahan dan publik.

Pemasangan spanduk di patung itu menjadi bentuk visual dari tuntutan yang dibawa peserta aksi. Pesan-pesan dalam spanduk menyoroti evaluasi terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran serta sejumlah isu yang dianggap perlu mendapat perhatian.

Tuntutan yang Disampaikan Massa

Isi spanduk yang terbentang di Patung Gubernur Suryo memuat beberapa tuntutan. Peserta aksi meminta kebakaran hutan dan lahan atau karhutla ditetapkan sebagai bencana nasional. Selain itu, mereka menuntut diakhirinya kelangkaan bahan bakar minyak atau BBM.

Spanduk tersebut juga memuat desakan agar Prabowo-Gibran mundur serta seruan untuk membangun supremasi sipil. Seluruh tuntutan itu ditempatkan dalam konteks evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

“Tetapkan karhutla (kebakaran hutan dan lahan) sebagai bencana nasional, akhiri kelangkaan BBM, desak Prabowo-Gibran mundur, bangun supremasi sipil,” tulis spanduk di Patung Gubernur Suryo.

Karhutla, ketersediaan BBM, posisi sipil dalam kehidupan bernegara, dan evaluasi terhadap pemerintahan merupakan isu yang dirangkai dalam satu pesan aksi. Dengan membentangkan spanduk di ruang terbuka yang mudah terlihat, massa menjadikan Taman Apsari sebagai titik penyampaian aspirasi setelah berorasi di depan Grahadi.

Aksi massa di ruang publik sering mengandalkan simbol, yel-yel, orasi, dan tulisan pada spanduk untuk menyampaikan pesan. Dalam kegiatan ini, Patung Gubernur Suryo menjadi lokasi pemasangan pesan utama, sedangkan sorakan peserta memperkuat ekspresi kolektif atas tuntutan yang mereka bawa.

Pergerakan dari Gedung Negara Grahadi ke Taman Apsari juga memperlihatkan rangkaian aksi yang berlangsung dalam beberapa tahap. Massa tidak hanya berkumpul dan berpidato di satu lokasi, tetapi berpindah menuju ruang terbuka lain untuk melanjutkan penyampaian aspirasi mereka.

Di tengah kerumunan, arahan untuk merapatkan barisan menunjukkan pentingnya pengaturan massa saat bergerak bersama. Sementara itu, penggunaan garis polisi dan botol untuk membantu menaikkan tali memperlihatkan cara yang digunakan peserta untuk memasang spanduk pada titik yang lebih tinggi.

Aspirasi di Ruang Publik Surabaya

Taman Apsari merupakan salah satu ruang publik di Surabaya yang berada di kawasan strategis. Ketika aksi berlangsung di area tersebut, pesan yang disampaikan massa dapat terlihat oleh warga yang berada di sekitar pusat kota. Penempatan spanduk pada patung membuat tuntutan demonstran menjadi elemen yang paling menonjol dalam kegiatan itu.

Peserta aksi mengangkat suara mahasiswa, petani, masyarakat, dan perempuan melalui seruan bersama. Yel-yel tersebut menggambarkan kelompok-kelompok yang disebut massa dalam penyampaian aspirasi mereka pada Kamis (22/10).

Dengan berakhirnya pemasangan spanduk di Patung Gubernur Suryo, perhatian aksi tetap tertuju pada tuntutan mengenai karhutla, BBM, pemerintahan Prabowo-Gibran, dan supremasi sipil. Pesan-pesan itu menjadi inti dari demonstrasi peringatan dua tahun pemerintahan yang digelar di Surabaya tersebut.

Frequently Asked Questions

What is Massa Aksi 2 Tahun Prabowo Gibran?

Massa Aksi 2 Tahun Prabowo Gibran is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Massa Aksi 2 Tahun Prabowo Gibran matter?

Massa Aksi 2 Tahun Prabowo Gibran matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *