News

Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Kritik Gagalnya Penanganan Karhutla

Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Kritik Gagalnya Penanganan Karhutla
Foto : James Lopez - beritanaya.com

Mahasiswa Soroti Karhutla dalam Aksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Beritanaya.com – Ratusan mahasiswa turun ke kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10), untuk menyampaikan kritik pada genap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Isu kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu perhatian utama dalam aksi tersebut.

Peserta aksi berasal dari berbagai kampus, termasuk Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), UHAMKA, serta sejumlah universitas lainnya. Mereka berkumpul membawa poster, spanduk, dan berbagai pesan visual yang menilai pemerintah belum mampu menjawab persoalan yang mereka angkat.

Pesan Kritik di Tengah Aksi

Sejumlah spanduk berisi kritik terhadap arah pemerintahan dibentangkan oleh massa. Salah satu tulisan yang terlihat berbunyi:

“2 tahun cukup, Presiden Prabowo gagal”

Poster lain mengaitkan persoalan iklim dan kebijakan anggaran melalui kalimat:

“el nino mengeringkan lahan, MBG mengeringkan APBN”

Selain menyuarakan kritik terhadap pemerintahan secara umum, para mahasiswa secara khusus menempatkan penanganan kebakaran hutan dan lahan sebagai isu mendesak. Pesan-pesan yang mereka tampilkan menggambarkan kekhawatiran atas dampak kebakaran terhadap hutan, ruang hidup, dan kondisi langit di wilayah terdampak.

Di antara tulisan yang dibawa massa terdapat kalimat:

“kebakaran di sana, pejabat party di istana”

Spanduk lain menyampaikan gambaran mengenai dampak kebakaran bagi masyarakat dan lingkungan:

“hutanku, rumahku terbakar, langitku merona jingga”

Massa juga membawa pesan berbahasa Inggris yang menegaskan solidaritas serta kemarahan terhadap krisis lingkungan:

“If we burn, you burn with us”

Simbol Hutan Kalimantan

Selain poster dengan tulisan singkat, mahasiswa membawa spanduk besar yang menampilkan gambar satwa dari hutan Kalimantan. Kehadiran visual tersebut memperkuat penekanan aksi terhadap pentingnya perlindungan ekosistem hutan.

Bagi massa aksi, kebakaran hutan dan lahan tidak semata dipandang sebagai persoalan api yang harus dipadamkan. Isu tersebut mereka hubungkan dengan keberlangsungan ruang hidup, kondisi ekosistem, serta nasib satwa yang bergantung pada kawasan hutan. Pilihan menampilkan satwa Kalimantan menjadi simbol bahwa kerusakan hutan dapat menimbulkan dampak yang melampaui satu lokasi kebakaran.

Dalam orasi yang disampaikan bergantian, mahasiswa juga beberapa kali menyanyikan kalimat “Prabowo sudah gagal”. Seruan itu diulang sebagai bagian dari ekspresi kritik mereka pada usia dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Tuntutan Penanganan yang Lebih Tegas

Salah satu tuntutan yang dibawa dalam demonstrasi adalah penetapan kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana nasional. Massa juga meminta adanya proses hukum terhadap korporasi serta langkah pemulihan ekosistem.

“Tetapkan karhutla sebagai bencana nasional, adili korporasi, dan pulihkan ekosistem.”

Tuntutan tersebut merangkum tiga arah yang ditekankan demonstran: pengakuan atas tingkat kedaruratan persoalan karhutla, pertanggungjawaban pihak yang terkait, dan pemulihan lingkungan setelah kerusakan terjadi. Ketiganya dipandang sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam merespons kebakaran hutan dan lahan.

Penetapan status bencana nasional, dalam konteks tuntutan mahasiswa, dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa karhutla perlu diperlakukan sebagai persoalan besar yang membutuhkan perhatian serius. Sementara tuntutan pengadilan terhadap korporasi menyoroti pentingnya akuntabilitas. Pemulihan ekosistem menempatkan perhatian pada kondisi hutan dan lingkungan setelah kebakaran, bukan hanya pada penanganan ketika api masih menyala.

Aksi sebagai Ruang Penyampaian Aspirasi

Aksi di Tugu Tani memperlihatkan bagaimana peringatan dua tahun pemerintahan digunakan oleh mahasiswa untuk menyampaikan evaluasi politik dan lingkungan. Spanduk, ilustrasi satwa, serta orasi menjadi sarana untuk menegaskan bahwa isu karhutla tetap menjadi perhatian mereka.

Pesan yang muncul dalam demonstrasi itu juga memperlihatkan keterkaitan antara kebijakan publik, perlindungan hutan, dan pengalaman masyarakat yang menghadapi dampak kebakaran. Lewat ungkapan tentang hutan sebagai rumah dan langit yang berubah jingga, para mahasiswa berusaha membawa persoalan lingkungan ke dalam ruang diskusi publik yang lebih luas.

Demonstrasi tersebut berlangsung dengan tuntutan yang jelas: penanganan kebakaran hutan dan lahan perlu disertai tindakan tegas, pertanggungjawaban, serta pemulihan ekosistem. Pada momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, mahasiswa menjadikan isu itu sebagai salah satu dasar kritik terhadap kinerja pemerintah.

Frequently Asked Questions

What is Demo 2 Tahun Prabowo Gibran Mahasiswa?

Demo 2 Tahun Prabowo Gibran Mahasiswa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Demo 2 Tahun Prabowo Gibran Mahasiswa matter?

Demo 2 Tahun Prabowo Gibran Mahasiswa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a comment 💬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *