Pendidikan Pesisir di Cendi Manik Diperkuat Lewat Sekolah Alam
Beritanaya.com – Anak-anak di Desa Cendi Manik, Nusa Tenggara Barat, kini memiliki ruang belajar yang menghubungkan pengetahuan sekolah dengan kondisi alam di sekitar tempat tinggal mereka. Melalui Program Sekolah Alam Anak Pesisir, PT Pertamina Patra Niaga mendorong kegiatan pemberdayaan yang memadukan pendidikan, perlindungan lingkungan, serta pengembangan pemahaman ekonomi lokal.
Inisiatif yang dimulai pada 2024 tersebut menyasar 135 penerima manfaat. Lingkungan pesisir dijadikan bagian penting dari proses belajar, sehingga anak-anak tidak hanya beraktivitas di dalam kelas, tetapi juga dapat mengenali ekosistem mangrove dan memahami alasan kawasan pesisir perlu dijaga.
Kunjungan media pada 8 Oktober dilakukan untuk melihat pelaksanaan program sekaligus berbagai kegiatan yang melibatkan anak-anak dan masyarakat di Desa Cendi Manik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dapat dikaitkan langsung dengan kehidupan sehari-hari warga pesisir.
Alam sebagai ruang belajar
Program Sekolah Alam Anak Pesisir dirancang agar anak-anak memahami potensi wilayahnya sejak dini. Mereka diajak mengenal mangrove, membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, serta mengembangkan kreativitas melalui kegiatan pembelajaran yang relevan dengan kondisi pesisir.
Pendekatan tersebut juga membantu anak-anak melihat bahwa alam tidak hanya menjadi latar tempat tinggal, melainkan aset yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat. Pemahaman ini dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membuka wawasan mengenai potensi ekonomi yang terdapat di kawasan tempat mereka tumbuh.
Bagi masyarakat pesisir, pendidikan yang dekat dengan realitas lokal memiliki arti yang lebih luas. Anak-anak dapat mempelajari hubungan antara ekosistem, aktivitas warga, dan peluang pengembangan wilayah tanpa melepaskan nilai perlindungan lingkungan. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada materi, tetapi menjadi pengalaman yang berkaitan dengan lingkungan sekitar.
Ribuan peserta dalam kegiatan pembelajaran
Pada sisi pendidikan, program ini telah melibatkan 1.772 peserta melalui 11 kegiatan pembelajaran bertema pesisir. Selain kegiatan tersebut, destinasi edukasi mangrove dan pesisir mencatat 860 kunjungan setiap tahun.
Jumlah keterlibatan tersebut memperlihatkan adanya ruang interaksi yang cukup luas antara anak-anak, kegiatan pendidikan, dan kawasan pesisir. Kunjungan ke lokasi edukasi memberi kesempatan untuk melihat langsung kondisi lingkungan, termasuk fungsi mangrove dalam kawasan pantai.
Pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini dapat membantu peserta memahami materi secara lebih konkret. Anak-anak tidak sekadar mengenal mangrove sebagai topik pembelajaran, melainkan melihat ekosistem tersebut sebagai bagian dari ruang hidup yang perlu dirawat bersama.
Penanaman mangrove untuk rehabilitasi pesisir
Komponen lingkungan dalam program ini diwujudkan melalui penanaman 4.500 bibit mangrove untuk mendukung rehabilitasi pesisir. Upaya tersebut memiliki potensi penyimpanan karbon sebesar 80,763 ton CO₂ per hektare.
Mangrove merupakan bagian penting dari bentang pesisir. Kehadiran vegetasi ini berkaitan dengan upaya pemulihan kawasan pantai, sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak yang terlibat dalam program. Penanaman mangrove memberi gambaran nyata bahwa kepedulian lingkungan dapat diwujudkan lewat tindakan yang terukur dan berkelanjutan.
Kegiatan rehabilitasi juga memperkuat pesan utama Sekolah Alam Anak Pesisir: pendidikan dan pelestarian lingkungan dapat berjalan dalam satu arah. Ketika peserta memahami nilai ekosistem di wilayahnya, mereka diharapkan dapat membangun kepedulian yang terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Penguatan kemandirian masyarakat
VP Community Involvement Development PT Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan manfaat jangka panjang melalui pengembangan potensi warga dan perluasan akses pendidikan.
“Melalui Program Sekolah Alam Anak Pesisir, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kreativitas, dan kemandirian anak-anak. Kami percaya bahwa pemberdayaan yang mengintegrasikan pendidikan, ekologi, dan ekonomi dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat pesisir,” ujar Dian.
Pernyataan itu menegaskan pentingnya pendekatan yang tidak memisahkan pendidikan dari kebutuhan sosial dan lingkungan masyarakat. Anak-anak didorong untuk memiliki pengetahuan, kreativitas, serta kesadaran terhadap kawasan tempat mereka hidup. Di saat yang sama, masyarakat memperoleh ruang untuk mengenali dan mengembangkan potensi wilayah secara lebih bertanggung jawab.
Program di Desa Cendi Manik memperlihatkan bahwa pemberdayaan pesisir dapat dibangun dari kegiatan belajar yang dekat dengan kehidupan warga. Dengan menggabungkan pendidikan, ekologi, dan pemahaman ekonomi lokal, Sekolah Alam Anak Pesisir diarahkan untuk menciptakan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Lewat Sekolah Alam Anak Pesisir Pertamina?
Lewat Sekolah Alam Anak Pesisir Pertamina is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Lewat Sekolah Alam Anak Pesisir Pertamina matter?
Lewat Sekolah Alam Anak Pesisir Pertamina matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
