News

Pertamina Patra Niaga Raih ESG Now Awards 2026

Pertamina Patra Niaga Raih ESG Now Awards 2026
Foto : Michael Gonzalez - beritanaya.com

Program SAGARI Antar Pertamina Patra Niaga Raih Penghargaan ESG NOW Awards 2026

Beritanaya.com – Upaya mengolah tantangan pertanian menjadi peluang ekonomi berkelanjutan mengantarkan PT Pertamina Patra Niaga meraih penghargaan Social Innovation & Circular Economy Impact pada ESG NOW Awards 2026. Penghargaan tersebut diterima pada Senin, 19 Oktober, melalui program SAGARI yang dijalankan di Desa Sliyeg Lor, Indramayu.

SAGARI merupakan singkatan dari Sadar Lingkungan, Gerakan Aksi Reduce dan Inovasi. Inisiatif ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Energi Berdikari Pertamina Patra Niaga, yang dilaksanakan oleh Integrated Terminal Balongan di Regional Jawa Bagian Barat.

Pengakuan dalam ajang ESG NOW Awards 2026 menyoroti dampak program yang memadukan keberlanjutan lingkungan, inovasi sosial, serta dukungan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Menjawab Persoalan di Kawasan Pertanian Mangga

Desa Sliyeg Lor memiliki potensi pertanian yang kuat, termasuk komoditas mangga. Namun, masyarakat setempat menghadapi sejumlah persoalan yang memengaruhi hasil usaha tani. Pola pertanian konvensional, penurunan produktivitas mangga, perubahan harga ketika musim panen raya, dan limbah panen yang belum dimanfaatkan secara optimal menjadi isu utama yang perlu ditangani.

Dalam satu tahun, volume sisa hasil panen pertanian di wilayah tersebut tercatat melampaui 100 ton. Di sisi lain, harga mangga saat panen raya dapat merosot sangat tajam, hingga 90 persen. Nilai yang semula mencapai Rp25.000 dapat turun menjadi sekitar Rp2.500.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan pertanian tidak berhenti pada proses budidaya. Petani juga membutuhkan pengelolaan pascapanen, pengembangan produk, serta strategi pemanfaatan bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai. Pendekatan inilah yang menjadi dasar pengembangan SAGARI.

Tiga Pilar Pemberdayaan Masyarakat

Program SAGARI dijalankan melalui tiga subprogram yang saling berkaitan. Griya Mangga berfokus pada penguatan praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan. Melalui pilar ini, pengembangan pertanian diarahkan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya di sekitar desa.

Pilar kedua, Griya Kreasi, diarahkan untuk mendorong inovasi serta pengembangan sarana budidaya. Ruang ini membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan, menerapkan gagasan baru, dan mendukung kegiatan pertanian yang lebih produktif.

Sementara itu, Griya Rasa menitikberatkan pada peningkatan nilai tambah buah mangga melalui produk olahan. Pengolahan komoditas menjadi produk turunan memberi alternatif ketika harga buah segar melemah pada masa panen melimpah. Dengan demikian, mangga tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat menjadi bagian dari kegiatan usaha bernilai lebih tinggi.

Ketiga subprogram tersebut dirancang sebagai satu rangkaian. Budidaya yang diperkuat melalui Griya Mangga dapat didukung inovasi dari Griya Kreasi, lalu hasil panennya memperoleh peluang pengembangan nilai ekonomi lewat Griya Rasa. Model ini memperlihatkan pentingnya keterhubungan antara produksi, pengelolaan limbah, dan diversifikasi produk dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Limbah Panen Menjadi Sumber Daya

Salah satu unsur penting SAGARI adalah pemanfaatan sisa panen mangga. Limbah tersebut diolah menjadi pupuk organik dengan penggunaan bioaktivator. Langkah ini membantu mengurangi bahan sisa pertanian yang sebelumnya belum tertangani dengan baik, sekaligus membuka pemanfaatan baru yang relevan bagi kegiatan budidaya.

Penggunaan bioaktivator dari kulit mangga menghasilkan pengurangan emisi hingga 0,168 ton CO2eq. Capaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan bahan organik di tingkat komunitas dapat memberi manfaat lingkungan yang terukur. Pemanfaatan kembali sisa hasil pertanian juga sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yakni menjaga material agar tetap berguna selama mungkin dalam suatu siklus kegiatan.

Bagi masyarakat pertanian, pendekatan tersebut memiliki arti praktis. Sisa panen tidak semata-mata dipandang sebagai beban yang harus dibuang, melainkan dapat diolah menjadi bahan pendukung kegiatan produktif. Pada saat yang sama, pengembangan produk berbahan mangga memberi kesempatan untuk memperluas manfaat ekonomi dari komoditas lokal.

Melibatkan Perempuan dan Kelompok Rentan

Pelaksanaan SAGARI turut melibatkan kelompok perempuan purna pekerja migran serta masyarakat rentan. Keterlibatan mereka dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, dan pengembangan usaha yang bertumpu pada potensi desa.

Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengembangan ekonomi lokal. Pelatihan dan pendampingan membantu kelompok binaan mengakses keterampilan yang diperlukan untuk mengolah potensi mangga, memanfaatkan limbah pertanian, serta menjalankan kegiatan usaha yang lebih terarah.

Program tersebut juga menghasilkan dampak ekonomi bagi kelompok binaan. Rata-rata pendapatan kelompok yang terlibat mencapai Rp234 juta per tahun. Angka ini mencerminkan upaya menciptakan kemandirian ekonomi melalui aktivitas yang berangkat dari sumber daya lokal dan kebutuhan nyata masyarakat setempat.

Makna Penghargaan bagi Inovasi Berkelanjutan

Penghargaan Social Innovation & Circular Economy Impact yang diraih Pertamina Patra Niaga menegaskan relevansi program sosial yang tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek. Pengembangan kapasitas masyarakat, pengolahan limbah, inovasi budidaya, dan penciptaan produk bernilai tambah menjadi unsur yang membentuk dampak lebih luas.

Di tengah tantangan harga komoditas yang dapat berubah ketika panen melimpah, diversifikasi hasil pertanian menjadi langkah penting. Produk olahan memberi pilihan tambahan bagi kelompok masyarakat untuk mengembangkan nilai ekonomi mangga. Sementara itu, pupuk organik dari sisa panen memperlihatkan peluang penggunaan kembali material yang tersedia di lingkungan sekitar.

SAGARI menggambarkan bagaimana persoalan lokal dapat dijawab melalui kerja pemberdayaan yang terintegrasi. Dari kebun hingga pengelolaan sisa panen, program ini menghubungkan aspek lingkungan dan ekonomi dalam satu rangkaian. Penghargaan ESG NOW Awards 2026 menjadi penanda atas pelaksanaan inovasi sosial tersebut di Desa Sliyeg Lor, Indramayu.

Frequently Asked Questions

What is Pertamina Patra Niaga Raih ESG Now Awards?

Pertamina Patra Niaga Raih ESG Now Awards is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pertamina Patra Niaga Raih ESG Now Awards matter?

Pertamina Patra Niaga Raih ESG Now Awards matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *